Manisnya Ramadan dalam Bingka Khas Aceh Timur

  • 01 Mar 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh Timur – Sore merambat pelan di Jalan Kuala, Pasar Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Seiring cahaya senja menghangat, aroma manis bingka kelapa muda tercium dari Warung Kopi 'Bang Fan' dan menarik langkah warga yang menanti berbuka.

Di sudut warkop sederhana itu, Darkasyi dan keluarga sibuk melayani pembeli. Loyang demi loyang kue tradisional ini hangat tersaji, menjadi takjil favorit yang selalu dinanti setiap Ramadan.

Bingka kelapa muda olahan Darkasyi (49) dan Istrinya Fariah (43), merupakan resep yang diwariskan keluarganya turun temurun, sejak tahun 1988. Selain bulan Ramadan, Bingka Kelapa Muda Darkasyi juga hadir setiap hari di warung kopi Bang Fan Kuta Binje.

Pantuan RRI, Sabtu, 28 Februari 2026, suasana Ramadan sedikit berbeda dengan hari-hari biasa. Bulan puasa seperti saat ini, bingka kelapa muda olahan Bang Darkasyi dan keluarga jadi rebutan pemburu takjil di Aceh Timur.

“Saya harus datang jam 16.00 WIB atau bakda asar untuk mendapatkan puluhan potong bingka kelapa muda. Jika terlambat atau kesorean sudah pasti bingkanya habis,” ujar Abdullah (50) salah seorang pengunjung.

Bingka Kelapa Muda Olahan Darkasyi Kuta Binje Kecamatan Julok Aceh Timur, Aceh (Foto: RRI.CO.ID/Ilyas Ismail)

Setiap Ramadan, Darkasyi dan keluarga mengolah sedikitnya 12 loyang besar bingka kelapa muda. Mereka juga memasak lima loyang besar lemang Jawa setiap hari.

Produksi bingka dan lemang telah menjadi pekerjaan tetap Darkasyi dan keluarganya. Selain berjualan di Warkop Bang Fan, ia melayani pesanan pesta dan hajatan.

“Pada Ramadan seperti ini juga banyak pesanan untuk takjil berbuka bersama. Biasanya Ramadan dipesan per potong, hari biasa lebih banyak per loyang,” sebut Darkasyi.

Menariknya, harga bingka kelapa muda buatannya tidak pernah berubah. Sejak 1999, harga tetap Rp1.000 per potong hingga hari ini.

“Per potong masih kami jual seceng atau Rp1.000. Harga ini berlaku sejak 1999 saat kami mulai berjualan,” kata Faridah.

Bingka kelapa muda buatan Darkasyi dikenal bertekstur lembut dan tidak terlalu manis. Dalam beberapa tahun terakhir, rasanya makin dikenal luas di Aceh Timur.

Setiap sore, pembeli datang bukan hanya dari Kuta Binjei. Warga dari berbagai penjuru Aceh Timur turut memburu takjil legendaris ini.

Di tengah persaingan dan kenaikan harga, kesetiaan pada rasa dan harga menjadi kunci. Bingka kelapa muda Darkasyi pun terus bertahan sebagai takjil favorit Ramadan. (Ilyas Ismail)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....