Apakah Puasa Mengurangi ASI? Ini Penjelasan Medis bagi Ibu Menyusui
- 28 Feb 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ramadan kerap memunculkan pertanyaan di kalangan ibu menyusui mengenai keamanan berpuasa. Salah satu kekhawatiran yang sering muncul, apakah puasa dapat mengurangi produksi air susu ibu atau ASI?
Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, secara medis puasa berarti ibu tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 hingga 14 jam. Kondisi ini membuat sebagian ibu khawatir produksi ASI akan menurun drastis karena kurangnya asupan cairan dan nutrisi.
Namun, berdasarkan penjelasan medis, produksi ASI umumnya tidak langsung berkurang hanya karena ibu berpuasa. Tubuh memiliki mekanisme adaptasi dengan memanfaatkan cadangan energi dan lemak untuk tetap memproduksi ASI.
| Baca juga: Menunda Berbuka, Apakah Puasa Tetap Sah? |
Produksi ASI juga sangat dipengaruhi oleh frekuensi dan efektivitas isapan bayi. Selama bayi tetap menyusu secara rutin, rangsangan pada payudara akan membantu menjaga produksi ASI tetap optimal.
Meski jumlah ASI relatif stabil, kandungan mikronutrien di dalamnya bisa mengalami sedikit perubahan. Beberapa zat seperti vitamin, kalium, magnesium, dan seng dapat menurun sementara saat ibu berpuasa.
Perubahan tersebut umumnya tidak signifikan dan dapat kembali normal setelah ibu mengonsumsi makanan bergizi saat berbuka dan sahur. Karena itu, pemilihan menu seimbang menjadi kunci penting bagi ibu menyusui yang berpuasa.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pertumbuhan dan berat badan bayi tidak terdampak secara negatif ketika ibu menyusui berpuasa. Bayi tetap dapat memperoleh nutrisi yang cukup selama ibu menjaga kondisi tubuhnya dengan baik.
Tubuh ibu menyusui memiliki kemampuan menyesuaikan metabolisme selama puasa. Adaptasi ini membantu mempertahankan kualitas ASI agar tetap sesuai kebutuhan bayi.
Meski demikian, ibu menyusui tetap perlu mewaspadai risiko dehidrasi. Kekurangan cairan dapat memicu rasa lemas, pusing, hingga penurunan frekuensi buang air kecil.
| Baca juga: Hukum Menggunakan Inhaler saat Berpuasa |
Untuk mencegah dehidrasi, ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari. Pembagiannya dapat dilakukan saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap terhidrasi.
Asupan kalsium juga perlu diperhatikan selama berpuasa. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi, tubuh dapat mengambil cadangan dari tulang sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Apabila ibu merasa sangat lemas, pusing berlebihan, atau muncul tanda dehidrasi berat, sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan puasa. Kesehatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah.
Bagi ibu menyusui dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang memiliki bayi di bawah enam bulan, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Dengan pemantauan yang tepat, puasa dapat dijalankan secara aman tanpa mengganggu produksi ASI secara signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....