Wajib Tahu, Inilah Tanda-tanda Puasa Ramadan Diterima Allah SWT
- 26 Feb 2026 21:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga saja. Bagi umat Islam, bulan suci ini menjadi ajang memperbanyak pahala untuk hasil di akhirat kelak.
Namun, di tengah menjalankan ibadah puasa, sering kali muncul keraguan. Apakah ibadah puasa kita selama ini diterima oleh Allah SWT?
Mengetahui tanda-tanda puasa seseorang diterima atau tidak menjadi hal penting agar seorang hamba dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Untuk itu, berikut ulasan lengkap mengenai tanda-tanda puasa Ramadan diterima Allah berdasarkan penjelasan ulama.
Tanda-tanda Puasa Ramadan Diterima Allah
Dinukil dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan susunan Abu Maryam Kautsar Amru. Berikut tanda-tanda puasa Ramadan seseorang diterima oleh Allah SWT menurut para ulama.
| Baca juga: Simak Jadwal Imsak DKI Jakarta 8 Maret 2026 |
- 1. Amalan Berlanjut dan Lebih Baik Setelah Ramadan
Salah satu tanda puasa Ramadan diterima Allah SWT adalah melakukan puasa sunnah di bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya. Ibnu Rajab Rahimahullah berkata dalam Lathoiful Ma'arif:
أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم : ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة و عدم قبولها
Artinya: "Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, 'Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya."
Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya. Maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan. Maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.
Sementara itu, Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata:
إن من جزاء الحسنة الحسنة بعدها، ومن عقوبة السيئة السيئة بعدها، فإذا قبل الله العبد فإنه يوفقه إلى الطاعة، ويصرفه عن المعصية
Artinya: "Sesungguhnya di antara balasan amalan kebaikan ialah (dimudahkan Allah) melaksanakan kebaikan setelahnya. Dan di antara hukuman atas perbuatan buruk ialah melakukan keburukan setelahnya. Maka, apabila Allah telah menerima (amalan dan tobat) seorang hamba, niscaya Allah akan memberinya taufik untuk melaksanakan ketaatan (kepada-Nya), dan memalingkannya dari perbuatan maksiat (kepada-Nya)."
- 2. Dijauhkan dari Perbuatan Buruk Selama Berpuasa
Allah SWT akan memudahkan hamba-Nya menjauhi perbuatan buruk seperti berbohong, ghibah, fitnah, dan perbuatan buruk lainnya. Terutama yang dapat mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengamalkannya, maka Allah Ta'ala tidak butuh kepada puasanya." (HR Bukhari)
Dalam riwayat lain dijelaskan, "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR Ibnu Majah)
- 3. Merasakan Ketenangan dalam Hidup
Seseorang yang amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT akan merasakan ketenangan dalam hidupnya. Ia akan menjalani kehidupan dunia dengan baik.
Begitu pun ketika puasa Ramadan, ia akan merasakan ketenangan dalam menjalankannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 97:
مَنْ عَمِلَ صَلِحًا مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ ۖ حَيَوَةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: "Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....