Hukum Lupa Niat Puasa Ramadan, Ini Penjelasannya
- 26 Feb 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID Jakarta - Membaca niat puasa Ramadan menjadi hal yang sangat penting karena termasuk rukun ibadah. Tanpa niat, puasa seseorang tidak dianggap sah menurut ketentuan syariat.
Niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar shadiq. Artinya, niat harus sudah tertanam sebelum masuk waktu Subuh.
Rasulullah SAW bersabda;
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah sahur bisa menggantikan niat. Menurut Imam Syafi’i dalam kitab al-Fiqh al-Islami, sahur tidak otomatis menjadi niat kecuali ada kesengajaan dalam hati untuk berpuasa esok hari.
Meski niat berada di dalam hati, para ulama menganjurkan untuk melafalkannya. Tujuannya agar lisan membantu hati sehingga niat menjadi lebih jelas dan mantap.
Lalu bagaimana jika seseorang lupa berniat pada malam hari. Lupa merupakan hal manusiawi yang bisa dialami siapa saja, begini penjelasannya, melansir dari BAZNAS.
Dalam Mazhab Syafi’i, orang yang lupa tetap wajib menahan diri dari pembatal puasa hingga Maghrib. Namun puasanya tidak sah dan harus diganti di luar Ramadan sebagai bentuk qadha.
Sebagai jalan kehati-hatian, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menawarkan solusi. Seseorang dianjurkan tetap berniat di pagi hari taklid (mengikuti) pendapat Imam Abu Hanifah yang membolehkan niat di pagi hari.
Niat pagi tersebut harus disertai kesadaran untuk bertaklid pada mazhab lain. Tanpa niat taklid, tindakan itu dianggap mencampur ibadah yang tidak sah menurut keyakinannya sendiri.
Niatan taklid seperti ini perlu mengingat Muslim Indonesia adalah pengikut mazhab Syafi’i. Dimana ajarannya mengharuskan niat di malam hari.
Untuk menghindari kelupaan, umat Islam dianjurkan membiasakan melafalkan niat bersama setelah salat Tarawih. Bisa juga berniat puasa satu bulan penuh di malam pertama Ramadan mengikuti Mazhab Maliki sebagai langkah antisipasi.
Dengan memahami tata cara niat yang benar, diharapkan ibadah Ramadan menjadi lebih sempurna. Semoga puasa kita sah secara syariat dan diterima Allah SWT.
Karena itu, orang yang lupa berniat masih memiliki jalan solusi menurut pendapat ulama. Namun ketentuan ini hanya berlaku bagi yang benar-benar lupa, bukan yang sengaja meninggalkannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....