Marak Takjil Berbahaya, Pemkab Tangerang Betuk Tim Khusus

  • 24 Feb 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang membentuk tim khusus awasi panganan (takjil) selama bulan suci Ramadan. Lantaran, diduga marak hidangan pengantar berbuka puasa itu mengandung zat berbahaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudihartono menuturkan instansinya ikut berperan dalam memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. Pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan terhadap berbagai jenis makanan yang umum dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.

Di sisi lain, Ujang menuturkan, instansinya ikut berperan dalam memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. Edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang, khususnya penjual daging dan sayuran, telah dilakukan dengan menitikberatkan pada penerapan kebersihan dan sanitasi.

"Kita sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang daging, sayuran. Supaya mereka bisa melakukan higienis dan sanitasi karena dua faktor itu kan dari tempat dan tata cara pengelolaan makanannya," kata dia, Senin 23 Februari 2026.

Senada dilakukan Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi. Dia juga meningkatkan pengawasan terhadap jajanan takjil yang banyak diminati warga saat waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadan.

Hendra mengatakan pengawasan dilakukan dengan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Hal ini guna memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya.

Dia menjelaskan kegiatan pengawasan mulai berjalan sejak awal Ramadan. Pemeriksaan difokuskan pada aspek kebersihan, penggunaan bahan pengawet, hingga pewarna makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurut Hendra, pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan terhadap berbagai jenis makanan yang umum dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.

"Untuk pengawasan takjil nanti kita akan berkolaborasi antara Dinkes dan BPOM, sama Disperindag," kata dia.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bakal menguji sampel panganan Ramadan yang ada diwilayahnya. Alhasil, takjil disetiap pasar tradisional yang tersebar di 13 kecamatan bakal dissar.

Kali pertama, lokasi yang dipilih adalah Pasar Lama yang ada di Kecamatan Tangerang. Terlebih, lokasi itu adalah wisata kuliner yang sudah melegenda di Kota Tangerang.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni menyampaikan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan menyasar pasar-pasar tradisional di 13 kecamatan.

"Berbagai jenis takjil menjadi sasaran pengambilan sampel. Seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok," ujarnya, Senin 23 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....