Dinkes Uji Sampel Panganan Ramadan di Tangerang
- 23 Feb 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bakal menguji sampel panganan Ramadan yang ada di wilayahnya. Alhasil, takjil di setiap pasar tradisional yang tersebar di 13 kecamatan bakal disasar.
Kali pertama, lokasi yang dipilih adalah Pasar Lama yang ada di Kecamatan Tangerang. Terlebih, lokasi itu adalah wisata kuliner yang sudah melegenda di Kota Tangerang.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni menyampaikan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan menyasar pasar-pasar tradisional di 13 kecamatan.
"Berbagai jenis takjil menjadi sasaran pengambilan sampel. Seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok," ujarnya, Senin 23 Februari 2026.
Lanjutnya, sampel tersebut diuji untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan dalam makanan. “Fokus kami pada makanan yang warnanya terlalu mencolok, karena berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, tim tidak langsung melakukan penindakan, melainkan melakukan pembinaan dan pengawasan. Pedagang akan diberi informasi serta diarahkan agar mengganti sumber bahan baku yang aman.
"Selain pengujian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan label khusus bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan aman. Label tersebut diharapkan menjadi penanda bagi masyarakat bahwa takjil yang dijual telah melalui pemeriksaan laboratorium," kata Dini.
Dengan adanya label ini, kata Dini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil. Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih makanan berbuka puasa.
"Warga diminta berhati-hati terhadap jajanan dengan warna mencolok. Serta tidak ragu bertanya kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan," ujarnya.
Senada dilakukan Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi. Dia juga meningkatkan pengawasan terhadap jajanan takjil yang banyak diminati warga saat waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadan.
Hendra mengatakan pengawasan dilakukan dengan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Hal ini guna memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya.
Dia menjelaskan kegiatan pengawasan mulai berjalan sejak awal Ramadan. Pemeriksaan difokuskan pada aspek kebersihan, penggunaan bahan pengawet, hingga pewarna makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Menurut Hendra, pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan terhadap berbagai jenis makanan yang umum dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
"Untuk pengawasan takjil nanti kita akan berkolaborasi antara Dinkes dan BPOM, sama Disperindag," kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....