Puasa Ramadan Momen Mengasah Jiwa dengan Mengelola Emosi yang Baik

  • 22 Feb 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa Ramadan menjadi momentum mengasah jiwa dengan mengenal dan mengelola emosi dalam diri. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Diana Mutiah mengatakan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan “sekolah hati” melatih pengendalian diri.

Menurut Diana, manusia memiliki empat aspek utama, yakni kognisi (akal pikiran), emosi (afeksi), perilaku, dan spiritualitas. “Di bulan Ramadan kita diberi sekolah hati, bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga untuk mengasah jiwa," ujar Diana dalam program Syiar Ramadan Jelang Imsak di Pro3 RRI, Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menerangkan, aspek kognisi berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengolah informasi, mencari solusi, serta menyimpan memori. Sementara aspek emosi mencakup berbagai perasaan, baik negatif seperti marah, sedih, takut, maupun positif seperti bahagia dan antusias.

Diana menjelaskan, emosi merupakan reaksi batin terhadap suatu peristiwa yang melibatkan tiga komponen. Ketiganya meliputi respons fisik, penilaian kognitif, dan ekspresi perilaku.

“Emosi datang begitu cepat, tetapi tindakan kita mengikuti sebuah proses. Tubuh bereaksi, pikiran memberi makna, lalu kita bertindak,” katanya.

Ia menambahkan, seni mengelola emosi terletak pada kemampuan memberi jeda sebelum bereaksi. Dengan jeda tersebut, seseorang dapat membaca sinyal tubuh dan memilih respons yang lebih bijak.

Menurutnya, Ramadan adalah kesempatan ideal untuk melatih self-regulation dan empati. Melalui puasa, umat Islam dilatih tidak hanya mengendalikan kebutuhan fisik, tetapi juga menata emosi dan memperkuat spiritualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....