Kisah Imam Syafi’i Khatam Al-Qur'an 60 Kali Selama Ramadan

  • 22 Feb 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Ramadan identik dengan peningkatan ibadah, termasuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an hingga khatam 30 juz. Dalam sejarah Islam, terdapat kisah luar biasa tentang Imam Syafi'i yang disebut mampu mengkhatamkan Al-Qur'an hingga 60 kali selama Ramadan.

Kisah ini kerap menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam memaksimalkan ibadah di bulan suci. Kesungguhan Imam Syafi’i menunjukkan betapa besar kecintaannya terhadap Al-Qur'an dan bagaimana Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum spiritual terbaik.

Imam Syafi’i merupakan salah satu ulama besar, sekaligus pendiri Mazhab Syafi’i yang banyak dianut umat Muslim, termasuk di Indonesia. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i.

Dikutip dari laman Kementerian Agama RI, Imam Syafi'i lahir di Askelon, Gaza, Palestina, dan sejak kecil telah menunjukkan kecerdasan luar biasa. Pada usia tujuh tahun ia telah menghafal Al-Qur'an, dan pada usia sepuluh tahun berhasil menghafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik.

Pada usia 15 tahun, Imam Syafi’i telah dipercaya untuk berfatwa setelah menguasai ribuan hadis. Perjalanan keilmuannya membawanya ke Baghdad untuk menyusun qaul qadim sebelum akhirnya menetap di Mesir dan merumuskan qaul jadid yang menjadi fondasi mazhabnya.

Di balik kapasitasnya sebagai ahli fikih dan hadis, Imam Syafi’i dikenal sangat dekat dengan Al-Qur'an. Ia menjadikan tilawah sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian dan ibadahnya.

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan muridnya, Ar-Rabi, disebutkan bahwa Imam Syafi’i setiap hari mengkhatamkan Al-Qur'an satu kali di luar Ramadan. Ketika Ramadan, ia meningkatkan tilawahnya hingga mengkhatamkan Al-Qur'an 60 kali selama satu bulan, di luar bacaan dalam salat.

Kesungguhan tersebut menunjukkan disiplin dan manajemen waktu yang luar biasa. Ramadan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperbanyak bacaan, tadabbur, dan ibadah malam.

Ia juga dikenal rutin bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan qiyamul lail. Dalam ibadah malamnya, ia membaca puluhan hingga ratusan ayat dengan penuh penghayatan.

Disebutkan bahwa setiap membaca ayat tentang rahmat, ia memohon kepada Allah SWT. Sebaliknya, saat melewati ayat tentang azab, ia berlindung kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan.

Imam Syafi’i wafat di Fustath, Mesir, pada akhir Rajab tahun 204 Hijriah dalam usia 54 tahun. Makamnya berada di kawasan Qarrafah ash-Shughra, Kairo, dan hingga kini menjadi salah satu situs bersejarah yang diziarahi.

Kisah khatam 60 kali selama Ramadan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cerminan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur'an. Bagi umat Islam, teladan ini menjadi motivasi untuk memaksimalkan Ramadan dengan memperbanyak tilawah, sekaligus memahami dan mengamalkan isi kandungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....