Pemerintah Beri Diskon Tiket Kereta 30 Persen untuk Mudik Lebaran

  • 22 Feb 2026 07:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memberikan stimulus berupa potongan tarif tiket kereta api sebesar 30 persen. Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan, program diskon ini khusus berlaku untuk kereta api kelas ekonomi komersial.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu. Serta terjangkau selama periode Lebaran tahun ini.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi massal sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat selama musim mudik.

KAI mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi yang tersedia. KAI mengingatkan bahwa permintaan tiket diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya puncak arus mudik Lebaran 2026.

Oleh karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan lebih awal agar dapat memanfaatkan program diskon sekaligus memastikan ketersediaan tiket. Dengan potongan harga ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat pulang kampung dengan biaya lebih terjangkau dan perjalanan yang lebih nyaman.

Diketahui, hingga kini masih terdapat puluhan ribu kursi yang tersedia untuk keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta. Khususnya, dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen pada sejumlah tanggal menjelang puncak arus mudik.

“Untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, ketersediaan tempat duduk pada 11 Maret tercatat sebanyak 31.587 kursi, 12 Maret 19.060 kursi. Kemudian, 13 dan 14 Maret masing-masing 9.186 kursi, serta 15 Maret 10.339 kursi,” ujar Franoto di Jakarta, Minggu 22 Februari 2026.

Ia merinci, pada 16 Maret masih tersedia 5.016 kursi, kemudian 17 Maret sebanyak 2.127 kursi, 18 Maret sebanyak 901 kursi, 19 Maret sebanyak 1.926 kursi, dan 20 Maret sebanyak 2.086 kursi. Sementara itu, pada 21 Maret tersedia 12.772 kursi.

Adapun untuk periode 22 Maret hingga 1 April 2026, ketersediaan kursi masih cukup banyak.

Yakni, lebih dari 20 ribu kursi per hari.

Franoto menjelaskan, jumlah ketersediaan kursi tersebut bersifat dinamis karena dapat berubah sewaktu-waktu. Tergantung pada pemesanan maupun pembatalan tiket oleh calon penumpang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....