Sakit Perut saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

  • 21 Feb 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sakit perut menjadi keluhan yang kerap muncul ketika seseorang menjalani ibadah puasa. Kondisi ini ditandai perut kembung, terasa panas, hingga nyeri perih mengganggu aktivitas harian.

Dilansir dari laman Halodoc, sakit perut saat puasa berkaitan dengan perubahan pola makan dan lambung. Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sejak fajar hingga matahari terbenam.

Pada sebagian orang kondisi tersebut tidak menimbulkan keluhan berarti selama menjalani puasa. Namun, bagi pengidap maag, situasinya berbeda karena lambung lebih sensitif terhadap perubahan.

Nyeri perut saat puasa dapat muncul akibat peningkatan asam lambung yang memicu kekambuhan maag. Setelah sahur, lambung mencerna makanan lalu kosong lebih dari dua belas jam.

Kondisi lambung yang kosong dalam waktu lama dapat memicu rasa perih dan nyeri. Peningkatan produksi asam lambung juga menimbulkan kembung serta sensasi tidak nyaman pada perut.

Gejala maag yang sering dirasakan meliputi nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut terasa kembung. Pada kasus tertentu yang tergolong parah, pengidapnya tidak disarankan memaksakan diri berpuasa.

Sementara itu, maag yang masih ringan dan terkendali umumnya tetap memungkinkan untuk berpuasa. Meski demikian, pengidap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan pola makan selama menjalani ibadah.

Salah satu pemicu sakit perut adalah makan terlalu banyak serta terburu-buru saat berbuka. Lambung membutuhkan waktu lebih lama mencerna makanan dalam jumlah besar sekaligus.

Selain itu, konsumsi makanan pedas dan minuman berkafein juga berisiko mengiritasi lambung. Kandungan capsaicin pada cabai serta kafein dapat memicu sensasi panas dan nyeri perut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....