Makna Sebenarnya dari ‘Takjil’ yang Kerap Disalahartikan
- 20 Feb 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Istilah takjil selama Ramadan sering dipahami sebagai makanan untuk berbuka puasa. Padahal makna sebenarnya tidak secara langsung merujuk pada hidangan pembatal puasa tersebut.
Banyak orang kemudian mempertanyakan apa yang dimaksud dengan takjil sebenarnya. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memahami arti dan asal-usul istilah tersebut.
Istilah takjil berasal dari bahasa Arab yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyesuaian ejaan dan pelafalan dilakukan hingga akhirnya tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Menurut KBBI yang dilansir laman Kemdikbud, takjil berarti mempercepat berbuka puasa. Kata tersebut merupakan serapan dari bahasa Arab 'ajila yang bermakna menyegerakan sesuatu.
Dari pengertian itu, takjil mengandung anjuran agar tidak menunda waktu berbuka puasa. Makna tersebut menekankan pentingnya menyegerakan pembatalan puasa ketika waktunya tiba.
Mengutip Balai Bahasa Provinsi Aceh, bahasa Indonesia menyerap takjil sebagai verba sekaligus nomina. Istilah ini dapat merujuk tindakan menyegerakan berbuka maupun makanan yang disantap saat berbuka.
Secara etimologis dalam bahasa Arab, takjil berarti menyegerakan secara umum tanpa batasan puasa. Namun dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut mengalami perluasan makna menjadi makanan berbuka puasa.
Melansir Pemerintah Kota Surakarta, makna imbauan itu kemudian melebur dengan kudapan pembatal puasa. Seiring waktu, takjil atau takjilan identik dengan kurma, kolak, hingga beragam jajanan manis dan gurih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....