Menbud Sebut Tradisi Iftar Cerminan Kekayaan Budaya Nusantara

  • 20 Feb 2026 00:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai tradisi berbuka puasa (iftar) merupakan bagian dari peristiwa budaya yang sarat makna. Menurutnya, setiap wilayah memiliki cara dan kekhasan tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

Menariknya, tradisi iftar ini sudah menjadi bagian dari Warisan Budaya Takbenda dunia yang telah tercatat di UNESCO. Pengakuan tersebut menegaskan berbuka puasa bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi warisan budaya bernilai universal dunia.

"Iftar atau berbuka puasa merupakan peristiwa budaya dengan ragam tradisi yang sangat khas di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki cara dan kekhasan tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 19 Februari 2026.

Selain tradisi iftar, ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spritual. Melainkan sebagai peristiwa budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Ia juga menyoroti keberagaman kuliner Ramadan, mulai dari takjil hingga hidangan khas berbuka sebagai ekspresi budaya. Ekspresi budaya ini merefleksikan identitas dan kreativitas masyarakat di berbagai daerah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai spiritual dan budaya berpadu dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan Ramadan menjadi momentum mereset kehidupan, melalui puasa 30 hari sebagai proses penyucian diri umat Islam.

Proses penyucian diri ini juga disertai kewajiban menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama. Serta ditutup dengan tradisi saling memaafkan pada Hari Raya Idulfitri guna mempererat persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat.

"Atas nama pribadi dan pimpinan, saya mengucapkan selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita diberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan," ucapnya, menuturkan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menyampaikan rasa syukur atas kehadiran bulan suci Ramadan. Menurutnya, kehadiran bulan suci Ramadan sebagai ikhtiar membersihkan hati dan mempererat silaturahim.

"Alhamdulillah, menjelang bulan suci Ramadan ini kita dapat berkumpul dalam acara munggahan sebagai wujud rasa syukur, sekaligus ikhtiar membersihkan hati, mempererat silaturahim, dan memperkuat kebersamaan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....