THR ASN Cair Pekan Depan, Ekonomi Diprediksi Tumbuh Pesat
- 19 Feb 2026 14:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepastian waktu pencairan tunjangan hari raya (THR) sangat dinantikan aparatur sipil negara (ASN) atau PNS. Hal itulah yang dirasakan oleh sebagian besar ASN Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan THR PNS akan mulai dicairkan pada awal Ramadan. Pencairan THR ditargetkan berlangsung paling lambat pada pekan pertama bulan puasa.
"(Jadwal pencairan THR) minggu pertama puasa. Bentar lagi," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 19 Februari 2026.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR PNS 2026. Anggaran tersebut dialokasikan bagi ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota TNI dan Polri, hakim, serta para pensiunan.
- 1. Anggaran THR Capai Rp 55 Triliun, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Penyaluran THR bagi ASN, TNI, dan Polri merupakan agenda rutin pemerintah setiap tahunnya. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk pembayaran THR.
Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada para abdi negara. Terutama yang telah berkontribusi dalam menjalankan roda pemerintahan dan menjaga keamanan negara.
Selain sebagai bentuk apresiasi, penyaluran THR juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian nasional. THR yang diterima oleh ASN, TNI, dan Polri akan dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Atau membeli pakaian baru, atau bahkan untuk mudik ke kampung halaman. Peningkatan konsumsi masyarakat ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu menjaga stabilitas harga.
- 2. Percepatan Program Makan Bergizi Gratis dan Stimulus Ekonomi
Selain anggaran THR, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program dan stimulus ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2026. Salah satu program prioritas adalah percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran sebesar Rp 62 triliun.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan membantu mengurangi angka stunting. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam.
Anggaran ini akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak dan membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 13 triliun.
- 3. Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tumbuh 5,5% – 6%
Menkeu Purbaya optimistis bahwa belanja pemerintah pada kuartal I tahun 2026 akan berjalan tepat waktu dan efektif. Sehingga dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 akan mencapai 5,5% hingga 6%. "Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen," ujar Menkeu Purbaya.
- 4. Momentum Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada tahun 2025 diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, antara lain.
- Stabilitas politik dan keamanan
- Reformasi struktural
- Infrastruktur yang memadai
- Sumber daya manusia yang berkualitas
- Kebijakan ekonomi yang tepat
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....