Kemenag Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Penetapan Awal Ramadan
- 17 Feb 2026 15:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat Indonesia untuk bersabar menunggu pengumuman penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan hasil penentuan awal Ramadan karena prosesnya harus melalui mekanisme yang telah berjalan selama ini. "Saya tidak bisa menduga-duga apa nanti hasilnya seperti apa, karena sudah mekanisme yang selama ini sudah berjalan dengan baik," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam proses penetapan awal bulan puasa, Kemenag akan menggelar sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, ahli astronomi, dan pakar ilmu. falak, Adapun perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta ahli geospasial.
Penentuan awal Ramadan dilakukan melalui dua metode, yakni hisab dan rukyat. Kriteria ini menjadi acuan resmi dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.
"Nanti berdasarkan hasil rukyat, apakah hilal terlihat atau tidak, itulah yang akan menjadi dasar keputusan pemerintah dalam menetapkan kapan 1 Ramadan dimulai," ujarnya, menjelaskan.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu memikirkan persoalan perbedaan hari puasa. "Tidak perlu dipikirkan karena itu menjadi hal yang wajar selama ini," ucapnya, menambahkan.
Pelaksanaan sidang isbat merupakan wujud kehadiran negara dalam memfasilitasi kebutuhan keagamaan masyarakat dengan mengedepankan prinsip kemaslahatan umat. Hal itu seperti disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad.
"Sidang Isbat adalah bentuk kehadiran negara untuk memfasilitasi umat beragama dalam menjalankan ajaran agama yang berimplikasi pada kehidupan publik," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia mengatakan Sidang Isbat juga menjadi sarana edukasi publik bahwa penentuan bulan kamariah harus dilakukan secara hati-hati. Karena berkaitan dengan pemanfaatan ruang publik yang menuntut ketertiban dan keteraturan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....