Kapan Hasil Sidang Isbat Diumumkan? Simak Jadwalnya di Sini

  • 17 Feb 2026 09:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tak terasa, umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Penetapan awal puasa oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan diumumkan dalam sidang isbat hari ini.

Penetapan ini sangat penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan puasa. Lantas, kapan sidang isbat akan dilaksanakan? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

  • Jadwal Sidang Isbat Ramadan 2026

Sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M akan digelar hari ini, Selasa 17 Februari. Rangkaian sidang isbat akan dimulai pukul 16.30 WIB, sidang akan dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan pemerintah akan menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal. Penentuan ini dilakukan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

"Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. Ini penting untuk merangkul seluruh pendekatan yang berkembang di masyarakat, sekaligus menjaga persatuan umat," ucap Abu Rokhmad dalam Rapat Persiapan Sidang Isbat Awal Ramadan di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

  • Jam Berapa Hasil Sidang Isbat Akan Diumumkan?

Sidang isbat Ramadan 2026 akan melewati berbagai rangkaian acara sebelum akhirnya ditutup dengan pengumuman hasil sidang melalui konferensi pers. Berikut susunan acara selengkapnya.

1. Seminar pemaparan posisi hilal: Pukul 16.30 WIB

2. Penerimaan laporan rukyat

3. Pelaksanaan sidang isbat: Pukul 18.30 WIB

4. Pengumuman hasil sidang melalui konferensi pers: Pukul 19.05 WIB

Berdasarkan informasi yang diunggah di media sosial Kemenag, hasil sidang isbat akan diumumkan jam 19.05 WIB. Sehingga masyarakat Indonesia harus bersabar menunggu hasilnya.

  • Prediksi 1 Ramadan 2026: Ada Potensi Perbedaan

Jika hasil rukyatul hilal di beberapa titik wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan hilal terlihat dan memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Maka 1 Ramadan jatuh pada keesokan harinya atau Rabu, 18 Februari 2026. Namun jika belum terlihat, maka Syaban digenapkan 30 hari (istikmal) dan puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan data hisab menunjukkan posisi hilal saat matahari terbenam. Posisi ini berasa di hari Selasa, 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada -2° 24.71' sampai 0° 58.08'.

"Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," ujar Arsad. Terpisah, Peneliti BRIN Prof Thomas Djamaluddin memprediksi awal puasa akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hal ini dikarenakan hilal belum terlihat pada hari rukyat. Sehingga penentuan hilal akan terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketetapan ini mengacu pada hisab hakiki dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Adapun, Nahdlatul Ulama (NU), akan menetapkan awal puasa hari ini usai pemantauan hilal. NU menggunakan metode hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....