Menelusuri Tradisi Dandangan di Kudus Jelang Datangnya Ramadan
- 11 Feb 2026 10:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Dandangan adalah tradisi khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang digelar setiap menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ini berasal dari kebiasaan memukul bedug Masjid Menara Kudus yang berbunyi "dang... dang…" sebagai tanda awal masuknya 1 Ramadan.
Sejarahnya, Dandangan sudah berlangsung sejak masa penyebaran Islam oleh Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Shodiq. Salah satu Wali Songo tersebut, dulu menggunakan pemukulan bedug untuk memberi tahu masyarakat kapan bulan puasa dimulai.
Tradisi ini dulunya menjadi momen berkumpulnya para santri dan warga di pelataran Masjid Menara Kudus untuk menunggu pengumuman awal Ramadan. Warga dari sekitar Kudus berbondong-bondong menyaksikan tabuhan bedug tersebut.
Kini Dandangan telah berkembang menjadi festival budaya yang meriah, lengkap dengan pasar rakyat di sepanjang Jalan Sunan Kudus sampai Alun-alun. Ratusan pedagang kaki lima menyediakan aneka barang dari makanan hingga kebutuhan rumah tangga.
Selain dimaknai sebagai tradisi sambutan puasa, Dandangan juga menjadi ajang memberdayakan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan pedagang setempat. Dandangan diharapkan menjadi kegiatan yang mampu meningkatkan transaksi usaha rakyat jelang Ramadan.
Bukan hanya ekonomi, tradisi Dandangan juga penuh dengan nilai sosial karena menjadi tempat berkumpulnya warga lintas usia untuk berinteraksi dan merayakan budaya lokal yang kuat. Kehadiran kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi komunitas masyarakat Kudus.
Pandangan biasanya diakhiri dengan kirab budaya yang menandakan bahwa Ramadan hampir tiba. Sekaligus menutup rangkaian acara festival yang berlangsung selama beberapa hari.
Karena usianya yang panjang dan keterlibatan banyak pihak, Dandangan kini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Tradisi ini menggambarkan harmoni antara nilai agama dan kearifan lokal menjelang Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....