Mengenal Dugderan, Tradisi Jelang Ramadan di Semarang

  • 09 Feb 2026 14:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dugderan adalah tradisi tahunan khas Kota Semarang yang diselenggarakan setiap menjelang Ramadan sebagai penanda kedatangan bulan puasa. Nama Dugderan berasal dari gabungan suara “dug” bedug dan “der” dentuman meriam yang dibunyikan dalam prosesi tersebut.

Asal-usul Dugderan berawal dari masa kepemimpinan Bupati Semarang Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat pada tahun 1881. Tradisi ini awalnya dibuat untuk menyamakan persepsi masyarakat tentang awal bulan puasa.

Pada masa itu, belum ada sistem komunikasi efektif untuk menentukan awal Ramadan sehingga bedug dan meriam digunakan sebagai penanda resmi waktu puasa. Masyarakat pun berkumpul saat bunyi tersebut sebagai awal ibadah puasa.

Seiring perkembangan waktu, Dugderan berkembang menjadi pesta rakyat yang lebih meriah, lengkap dengan pasar rakyat dan berbagai kegiatan budaya. Kegiatan ini biasanya digelar di sekitar Alun-Alun Kota Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Salah satu ikon tradisi Dugderan yang terkenal adalah Warak Ngendog, hewan mitologi yang merupakan simbol perpaduan budaya masyarakat Semarang. Bentuknya mencerminkan akulturasi tiga etnis yakni Jawa, Tionghoa, dan Arab.

Tradisi ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui peluang UMKM. Pengunjung bisa menemukan kerajinan, jajanan, dan kebutuhan Ramadan di pasar rakyat.

Dugderan kini telah menjadi bagian dari identitas budaya Semarang yang menunjukkan harmoni lintas kelompok masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut mempertahankan nilai-nilai lokal sambil menyambut bulan suci.

Tradisi Dugderan menunjukkan bagaimana budaya lokal dan praktik keagamaan saling bersinergi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Perayaan ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang menggambarkan suka cita menyambut Ramadan. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....