Kisah Perjalanan Hidup Nabi Isa dan Sang Ibunda

  • 14 Apr 2023 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nabi Isa merupakan putra dari Maryam binti Imran, beliau lahir tanpa seorang ayah. Hal ini terjadi atas kehendak dan kebesaran dari Allah SWT.

Ibunda Nabi Isa, yaitu Sayyidah Maryam adalah wanita paling mulia di dunia. Allah SWT, menyifatinya dalam Alquran dengan gelar ash-shiddîqah.

Maryam tumbuh besar dalam kesucian dan jauh dari maksiat, dan ia terdidik dalam kondisi bertakwa kepada Allah SWT. Yaitu melaksanakan semua kewajiban, menjauhi semua perkara haram dan memperbanyak amalan-amalan sunnah.

Jibril atas izin Allah SWT meniupkan di kerah baju (bukaan di bagian leher) Sayyidah Maryam, maka beliau mengandung Nabi Isa. Kemudian Maryam mengasingkan diri dengan kandungannya itu dan menjauh dari keramaian.

Hal itu karena ia takut diolok-olok masyarakat sebab, ia melahirkan tanpa suami. Rasa sakit menjelang kelahiran pun mengantarkan Sayyidah Maryam ke batang sebuah pohon kurma yang sudah kering.

Di sana karena takut disakiti orang, Sayyidah Maryam berharap untuk mati. Maka Jibril memanggilnya dari sebuah tempat di bawahnya di lereng sebuah gunung.

Panggilan itu untuk menenangkannya dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah SWT, menjadikan sungai kecil di dekatnya. Jibril memerintahkannya agar menggoncang batang pangkal pohon kurma tersebut sehingga berguguran ruthab.

Di mana kurma itu masih segar, agar Maryam makan dan minum dari rezeki yang Allah SWT berikan kepadanya. Jibril juga mengatakan kepadanya agar berkata kepada orang yang melihatnya dan bertanya kepadanya tentang putranya.

Namun, kelahiran Nabi Isa menyebabkan munculnya tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa ibunya, Maryam telah berbuat yang tidak baik. Tuduhan-tuduhan tersebut lantas langsung dijawab oleh Nabi Isa yang bisa berbicara.

Semua yang mendengarnya meraja takjub, namun ada pula yang tetap menuduh ibunya. Nabi Isa dan ibunya lantas kembali ke negeri asal mereka Palestina ketika ia beranjak remaja.

Sesampainya di sana, Nabi Isa melihat banyaknya penduduk yang menyimpang dari ajaran Allah SWT. Mereka sangat sibuk dengan dunia hingga lupa beribadah kepada Allah SWT.

Saat Nabi Isa dewasa, Allah SWT kemudian mengangkatnya menjadi nabi dan rasul. Nabi Isa juga diberikan Allah SWT berbagai macam mukjizat.

Meski Nabi Isa telah menunjukkan mukjizat kenabiannya, namun sebagian kaumnya masih tidak mau beriman. Mereka tetap berada di dalam kemaksiatan, pengikutnya hanya berjumlah 12 orang yang semuanya berasal dari keluarga miskin.

Bahkan Nabi Isa sampai dituduh sebagai penyihir. Mereka juga mengatakan bahwa ajaran Nabi Isa menyesatkan. Maka kemudian raja mengutus tentaranya untuk membunuh Nabi Isa.

Saat para prajurit mengepung rumahnya, Allah SWT kemudian mengangkat Nabi Isa ke langit. Kemudian Allah SWT mengubah wajah salah seorang dari pengikut Nabi Isa sama persis dengan wajah Nabi Isa.

Dialah yang kemudian ditangkap dan disalib. Cerita Nabi Isa mengajarkan agar kita terus meningkatkan keimanan akan kuasa Allah SWT yang tanpa batas.

Kuasa-kuasa itu diperlihatkan seperti saat Allah SWT dapat membuat Nabi Isa yang masih bayi dapat berbicara dan mukjizat-mukjizat Nabi Isa lainnya. Berikut ini sejumlah mukjizat Nabi Isa yang diberikan oleh Allah SWT.

1. Nabi Isa mampu mengubah tumpukan pasir menjadi tumpukan emas

2. Nabi Isa dapat berbicara ketika masih bayi

3. Nabi Isa dapat menyembuhkan mata orang buta

4. Nabi Isa dapat membuat seekor burung dari tanah liat.

5. Ketika musim kemarau, atas petunjuk Allah SWT, Nabi Isa bisa mengetahui apa saja yang dimakan oleh orang-orang dan makanan apa yang mereka simpan di dalam rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....