Beribadah Puasa di Brunei, Dapat Makanan dan Amplop
- 08 Apr 2023 02:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bulan Ramadan merupakan bulan yang selalu dinanti-nanti umat muslim dari berbagai negara. Termasuk negara tetangga kita, Brunei Darussalam.
Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) Dhiya Hadaina merasakan kehangatan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan di Brunei. Menurutnya, baik masyarakat dan pemerintahnya sangat menghargai bulan Ramadan.
"Ini karena di sini mayoritasnya Islam. Selain itu peraturan di sini memudahkan kita melaksanakan puasa," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Jumat (7/4/2023).
Dalam sehari-sehari di bulan Ramadan, lantunan ayat suci Al-Quran menghiasai suasana Ramadan di Brunei, hingga tempat umum dan pusat perbelanjaan. "Jadi vibes Ramadannya itu dapat banget di sini," ujarnya.
Menurut Dhiya, biasanya masjid-masjid di Brunei kerap menyediakan makanan untuk berbuka puasa. Tak hanya makanan yang diberikan, mereka yang berbuka puasa juga diberikan sejumlah uang dalam amplop.
"Jadi sudah dikasih makanan dan minuman, kita juga dikasih uang di sini. Itu hampir setiap hari," ujarnya.
Sedangkan kuliner untuk berbuka puasa, menurut Dhiya, tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Salah satu favorit makanan di Brunei adalah Sate Tungking.
"Sate ini adalah sate buntut ayam, itu dibakar seperti sate. Juga ada nasi katok," ujarnya.
Selain Sate Tungking, di Brunei juga ada kuliner Nasi Katok, yakni uliner khas ini terbuat dari nasi putih biasa, ayam goreng dan sambal teri. "Kalau di Indonesia itu sama dengan nasi ayam dengan sambal," ujarnya.
Tak hanya itu, di Brunei juga tidak ditemukan bazar-bazar makanan untuk berbuka puasa. Selain itu, tradisi ngabuburit juga tidak ada di Indonesia.
Meski demikian, PPI Brunei Darusalam tetap memanfaatkan Ramadan untuk bersilaturahmi satu dengan yang lain. Menurut Dhiya, mahasiswa yang berjumlah sekitar 100 orang ini hampir setiap hari menggelar buka puasa bersama.
Dhiya mengungkapkan dalam buka puasa bersama ini anggota PPI sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk membeli makanan berbuka. Di Brunei sangat banyak donatur yang menyumbang di bulan Ramadan ini.
Dhiya yang baru delapan bulan kuliah di Brunei Darusalam tetap merindukan berpuasa di tanah air. Menurut Dhiya, merindukan suasana berbuka puasa dan sahur bersama keluarga.
Di Brunei, suasana Ramadan lebih sepi karena mereka mementingkan privasi masing-masing. "Saya juga rindu dengan hiruk pikuknya Indonesia saat bulan Ramadan dengan ngabuburitnya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....