Sejarah dan Asal Usul Nastar, Kue Khas Lebaran

  • 29 Mar 2025 23:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Lebaran semakin dekat, dan berbagai persiapan mulai dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah menyiapkan kue kering khas untuk menyambut tamu saat hari raya.

Nastar menjadi salah satu kue yang identik dengan perayaan Lebaran di Indonesia. Kue berbentuk bulat kecil ini memiliki isian selai nanas yang manis dan sedikit asam.

Kue nastar ternyata memiliki sejarah panjang dan berasal dari Belanda. Nama "nastar" berasal dari bahasa Belanda "ananas taart," yang berarti tart nanas.

Asal-Usul Nastar dan Pengaruh Belanda

Nama "nastar" berasal dari bahasa Belanda, yaitu "ananas" yang berarti nanas dan "taart" yang berarti kue tart. Di Belanda, kue ini awalnya dibuat dalam bentuk tart besar dengan isian selai buah.

Ketika dibawa ke Indonesia, ukurannya disesuaikan menjadi lebih kecil dan lebih mudah dimakan. Nanas dipilih sebagai isian karena melimpah di daerah tropis seperti Indonesia.

Nastar dan Tradisi Lebaran di Indonesia

Nastar telah menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang diwariskan turun-temurun. Kue ini sering disajikan sebagai suguhan untuk tamu yang datang bersilaturahmi.

Banyak keluarga membuat nastar sendiri sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya. Popularitasnya juga membuatnya banyak dijual di toko kue menjelang Lebaran.

Variasi Nastar di Berbagai Negara

Nastar juga dikenal di negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Di sana, kue ini sering disajikan saat perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek.

Setiap negara memiliki ciri khas dalam pembuatan nastar, baik dari segi bahan maupun teknik. Beberapa daerah memodifikasi isian nastar dengan selai stroberi atau cokelat.

Ada juga yang membuat nastar dengan tekstur lebih renyah atau menambahkan glaze agar lebih menarik. Inovasi ini menunjukkan bahwa nastar terus berkembang sesuai selera masyarakat. (Arini Noviawati Gunawan)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....