Mana Penulisan Yang Benar, Ramadhan Atau Ramadan?

  • 24 Feb 2025 21:57 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Setiap tahun umat muslim di seluruh dunia menantikan datangnya bulan penuh berkah, bulan yang istimewa dan di bulan ini umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan untuk introspeksi dan perbaikan diri.

Umat muslim menyambut dengan gembira dan suka cita. Namun sering muncul perdebatan di tengah masyarakat soal penulisan yang benar, Ramadhan atau Ramadan?

Saat ini tidak jarang di pusat perbelanjaan, hotel, iklan media cetak ataupun daring bahkan konten-konten di media daring masih banyak menggunakan kata “Ramadhan” dengan huruf “dh”. Namun juga tidak sedikit yang menggunakan kata “Ramadan” tanpa dua konsonan bertumpuk. Lalu mana yang benar?

Moch Hafid Arofat, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan memberikan penjelasan berkaitan dengan.

“Jika merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bentuk penulisan kata yang benar adalah Ramadan. Bukan Ramadhan, Romadhon, Romadon, Ramadlan atau yang lainnya,” kata Hafid.

Hafid yang juga Duta Bahasa DIY 2017 ini menambahkan, berkaitan dengan transliterasi atau alih aksara dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia terdapat penyesuaian huruf Arab ke Latin. Huruf Arab yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia diadaptasi agar sesuai dengan sistem ejaan yang lebih mudah dipahami.

Di dalam kata “Ramadhan” dalam bahasa Arab memiliki “dh” dua konsonan bertumpuk untuk mewakili huruf (dhad). Tetapi dalam bahasa Indonesia disederhanakan menjadi Ramadan tanpa konsonan berderet, karena lebih mudah dibaca dan diucapkan sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Beragam versi penulisan ini juga sebenarnya bukan persoalan. Justru semangat menyambut dan menjalankan ibadah wajib dan sunah di bulan Ramadan menjadi keutamaan. (ajeng/semi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....