Kasiops Kasrem 174/ATW Menutup TMMD di Kodim Mappi

  • 01 Nov 2024 14:46 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura : Kasiops Kasrem 174/Anim Ti Waninggap, Kolonel Inf. Berlin Bronson Sitindaon, resmi menutup pelaksanaan TMMD ke-122 Kodim 1704/Mappi, yang bertempat di Kampung Dagimon, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, Jumat (01/11/2024).

Kasiops Kasrem 174/ATW., Kolonel Inf. Berlin Bronson Sitindaon, saat membacakan amanat Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan, selaku penanggung jawab keberhasilan operasi TMMD, dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Satgas TMMD, Pemda Kab. Mappi seluruh lapisan masyarakat atas bantuan, dukungan dan partisipasinya sehingga TMMD ini dapat terselenggara dengan aman, lancar dan sukses.

Dijelaskan, Program TMMD merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya yang perbatasan berada di wilayah dan pegunungan dengan kondisi ekonomi maupun sarana prasarana dan infrastruktur yang relatif terbatas.

“TMMD juga sebagai bentuk sinergitas antara TNI dengan Pemda dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kasiops.

Lanjut Kolonel Inf. Berlin Bronson Sitindaon, pelaksanaan TMMD sangat dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, berkaitan dengan hal tersebut, pada TMMD Ke-122 di jajaran Kodam XVII/ Cenderawasih dilaksanakan di wilayah Kodim 1704/Mappi, tepatnya di kampung Dagimon, Distrik Obaa, selama 30 hari, dimulai dari tanggal 2 Oktober hingga 31 Oktober 2024, dengan mengusung tema "Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah".

“Melihat pentingnya pelaksanaan TMMD dalam proses percepatan dan pemerataan pembangunan maka kegiatan TMMD dibagi dalam dua kegiatan yakni kegiatan fisik dan non fisik, adapun sasaran fisik berupa pembangunan 2 unit kelas SMAN 2, pembangunan 3 unit mck umum, pembangunan 2 titik Sumur Bor, bantuan percepatan penurunan Stunting dan pembersihan pohon gaharu,” jelas Kolonel Inf. Berlin Bronson Sitindaon.

Ditambahkan Kasiops, untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan bela negara wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, penyuluhan pertanian, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan posyandu, serta penyuluhan stunting.

Diakhir amanatnya Kasiops berpesan agar hasil pembangunan fisik yang telah dicapai untuk dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga masa pakai dapat bertahan lama. Selain itu, kegiatan non fisik yang sudah dilaksanakan kiranya tidak hanya menjadi sekedar pengetahuan, benar-benar dipahami dan diaktualisasikan oleh setiap warga masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....