Cuaca Buruk Bikin Petani Tapanuli Tengah Kian Terbebani

  • 14 Nov 2024 12:23 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga: Gunawan, seorang petani di Tapanuli Tengah, mengeluhkan tambahan biaya yang harus dikeluarkannya akibat cuaca yang semakin tidak menentu. Menurutnya, kondisi cuaca buruk membuat tanaman menjadi lebih rentan rusak, sehingga ia harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk perlindungan tanaman.

“Cuaca buruk bikin tanaman mudah rusak, jadi harus beli pestisida lebih banyak, padahal harganya juga tinggi,” ungkap Gunawan kepada Pro1 RRI Sibolga, Rabu (13/11/2024). Peningkatan biaya pestisida yang terus naik membuatnya semakin khawatir, sementara hasil panen sering kali tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Gunawan juga menambahkan bahwa kenaikan biaya produksi ini cukup membebani para petani yang bergantung penuh pada hasil panen. Di tengah ketidakpastian cuaca, keuntungan yang diperoleh pun semakin kecil, sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan hasil tanam dalam skala besar.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah untuk meringankan beban biaya ini,” ucapnya. Menurutnya, subsidi atau bantuan pemerintah bisa menjadi solusi bagi para petani agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi yang tidak pasti.

Gunawan menyatakan kekhawatirannya terhadap masa depan petani di Tapanuli Tengah. "Kalau biaya terus naik dan cuaca makin sulit diprediksi, kami khawatir petani-petani kecil seperti kami akan semakin kesulitan," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....