Cegah dan Kenali Cara Penyebaran Malaria

  • 22 Okt 2024 15:47 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru : Kasus Malaria di Provinsi Riau terus mengalami kenaikan hingga saat ini. Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Rokan Hilir (Rohil) menempati posisi kasus malaria tertinggi di Riau.

Dengan tingginya angka kasus malaria di Riau, Masyarakat diingatkan untuk lebih peduli dan mengenal apa itu maralia, gejalanya, pencegahan, serta pengobatan yang akan dilakukan kalau seseorang terditeksi malaria.

Seperti dilansir dari Kemenkes RI, malaria adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia, banyak ditemukan di beberapa daerah seperti Indonesia. Pemerintah terus berupaya mengatasi penyakit ini demi mewujudkan Indonesia bebas malaria pada tahun 2024.

Malaria disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang beredar pada petang sampai pagi hari. Parasit ini akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah. Penyakit ini tidak ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang, melainkan gigitan nyamuk. Namun, malaria bisa juga ditularkan dengan cara-cara berikut ini.

  • Dari ibu kepada bayi dalam kandungannya
  • Jarum suntik
  • Tranfusi darah
  • Transplantasi organ

Ada beberapa gejala yang dialami bila seseorang malaria, gejala ini akan muncul setelah tergigit nyamuk dan terinfeksi parasit plasmodium, seperti : Deman, menggigil, sakit kepala, berkeringat, letih dan lesu, mual, muntah, diare, nyeri otot, hilang selera makan serta nafas cepat.

Penularan infeksi malaria juga dicegah salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh, hindari gigitan nyamuk dengan memasang kawat/kasa dijendela dan menyemprot ruangan dengan anti nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....