Disporapar Targetkan Masa Tinggal Wisatawan, Dorong Ekonomi Lokal

  • 05 Feb 2026 19:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam hal ini Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar berupaya untuk bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan yang berkunjung ke Pontianak dalam masa Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2026. Hal itu bisa dilakukan, dengan menawarkan paket destinasi dan kegiatan tambahan, seperti perayaan imlek di Pontianak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi lokal. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispora Kalbar, Rita Hastarita saat menjadi narasumber dalam program Ruang Terbuka, RRI Pontianak, dengan tema "Semarak Imlek di Bumi Borneo", di Hotel Four Points Kubu Raya, Kamis, 5 Januari 2026.

“Saya berharap sebenarnya, bukan hanya jumlah, tapi lama tinggal yang diperpanjang. Karena saat ini lama tinggal kunjungan rata-rata itu 1,33 hari. Blm sampai dua hari, lama tinggal wisatawan,” ungkap Rita.

Menurutnya, jika semakin lama wisatawan tinggal, maka pendapatan pun makin mengalir. Semakin banyak wisatawan jajan, penginapan bertambah, belanja juga otomatis bertambah. Rita berharap bukan hanya event utama saja dari Imlek dan Cap Go Meh yang diminati, tetapi ada paket–paket destinasi lain yang ditawarkan. Yang mana Pemerintah Daerah, pelaku usaha, pengelola wisata juga sama – sama mempromosikan event tersebut.

“Sehingga bukan kuantitas yang meningkat, tetapi lama tinggalnya yang meningkat. Itu yang paling berdampak banyak terhadap ekonomi lokal,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan, misalnya dari Pontianak, setelah wisatawan mengikuti perayaan Imlek. Setelah itu ingin pergi ke Kubu Raya untuk melihat Kelenteng tengah laut, setelah itu dilanjutkan ke restoran yang ada di Sungai Kakap. “Paket-paket seperti itu yang seharusnya sudah mulai kita promosikan agar wisatawan terinformasi dengan baik,” tegasnya.

Rita menambahkan, bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Meh sudah menjadi event yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat yang tentunya menjadi salah satu penarik wisatawan untuk berkunjung ke Kalbar. Ia menambahkan, pada tahun 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung baik untuk beribadah maupun tujuan  wisata budaya berjumlah tujuh ribu wisatawan. yang difokuskan di Pontianak dan Singkawang.

“Tahun ini kita tergetkan jumlah kunjungan menjadi sebelas ribu wisatawan yang akan datang ke Kalimantan Barat,” ujar Rita.  

​​​​​

Rekomendasi Berita