Klarifikasi Dikbud Soal Calon Murid Tertolak dalam PPDB
- 02 Jul 2024 19:17 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Sejumlah orang tua calon peserta didik melayangkan protes kepada beberapa sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi. Protes terkait tidak lulusnya sang anak dalam penerimaan PPDB ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Saidirman mengklarifikasi bahwa protes yang disampaikan oleh orang tua calon peserta didik terlempar atau tidak lulus dari zonanya karena beberapa hal.
"Kami sudah rapat bersama kepala sekolah di Kota Bengkulu termasuk Ombudsman, bahwa ada beberapa laporan orang tua yang mengaku di dalam zona tapi tidak dapat kursi sekolah," kata Saidirman.
Menurut Saidirman, beberapa alasan penolakan di antaranya adanya data yang disampaikan ke dalam syarat pendaftaran peserta didik baru namun ternyata dimanipulasi, sehingga otomatis tertolak. Alasan lain, Kartu Keluarga yang jadi syarat utama untuk mendaftar juga banyak didapati telah tidak aktif sehingga lagi-lagi operator sekolah dan Dikbud mengembalikan berkas yang didaftarkan .
Selain itu, diakuinya banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya berdasarkan zonasi namun sekaligus sampai dua hingga tiga sekolah. Alhasil, ada sekolah yang paling dekat namun menolak berkas pendaftaran mengingat berdasarkan aturan adalah sekolah pertama yang ideal menerima.
"Sayangnya, kebanyakan sekolah pertama basis pendaftaran juga enggan menerima karena alasan lain," ujar Saidirman.
Dinas pun meminta agar para orang tua melaporkan data dengan benar dan mengklarifikasi bahwa data yang didaftarkan benar-benar asli tanpa rekayasa. Selain itu Saidirman juga menyarankan agar apabila sekolah yang masih memiliki kuota dalam rombongan belajar (Rombel) maka berhak mempertimbangkan keberadaan anak.
"Kami sedang memfasilitasi, dan kami yakinkan, bahwa semua anak di Kota Bengkulu akan mendapatkan sekolah sesuai jalur zonanya," ungkap Saidirman.
Terkait kunjungan Ombudsman ke beberapa sekolah pada hari pertama pengumuman jalur zonasi kemarin, dijelaskan Saidirman, bahwa Tim PPDB menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penolakan yang dilakukan pihak sekolah. Namun setelah diklarifikasi, tidak ada satu sekolah pun yang terbukti melakukan kecurangan melainkan kesalahan data yang disampaikan orang tua berdasarkan alasan di atas.
"Yang dikunjungi salah satunya SMAN 2 Kota Bengkulu karena memang jadi sekolah yang banyak dituju orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Namun setelah dicek, semua laporan masyarakat tidak terbukti," jelasnya.
Pihaknya pun tetap terbuka apabila adanya laporan PPDB yang tidak fair dengan menerapkan pungutan liar, maupun menitipkan agar anaknya dapat diterima di sekolah favorit. Selain itu, Dikbud menegaskan bahwa tidak ada lagi sekolah di Bengkulu yang masuk kategori favorit, semua sekolah menurutnya adalah sama dengan berbagai fasilitas dan kualitas memadai sehingga terjadi pemerataan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....