Inmemorium Rohana Muthalib Perempuan Pertama Walikota Indonesia
- 19 Feb 2026 09:43 WIB
- Pontianak
Rohana Muthalib seorang ahli kecantikan berijazah taraf internasional dari negeri Belanda, adalah perempuan pertama yang menjabat walikota di Indonesia. Dia adalah walikota Pontianak Kalimantan Barat di tahun 1950-an.
Berbekal pengalaman menata kecantikan kaumnya, kelihaian itu pula digunakannya untuk menata kota ini. Dan istri dari seorang arsitek, Abdul Muthalib, yang bertugas di Pontianak itu terbilang sukses.
Belum ditulis secara utuh sosok figur tokoh terkemuka pada zamannya itu. Bahkan luput dari pengenalan generasi setelah eranya. Dan makamnya pun sementara ini hanya diziarahi kerabat keluarganya saja.
Siapakah dia? Rohana lahir di Baso, Solok, Sumatera Barat, pada 29 April 1900. Meninggal dunia di Jakarta, 7 April 1983, dalam usia 82 tahun, dimakamkan di TPU Blender Kebonpedas, Bogor, Jawa Barat.
Menikah dengan Abdul Muthalib (lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Oktober 1896, meninggal di Bandung, 26 Agustus 1973 dalam usia 76 tahun, dimakamkan di TPU Sirnaraga, Bandung Jawa Barat)
Rohana lahir dari pasangan Mohamad Djamin Datuk Mangkuto Sati (lahir di Padang Sumatera Barat 1879, wafat di Pontianak dalam tahun 1951) dan Siti Sawiyah (lahir di Padang, 1879, meninggal di Jakarta, 29 Juli 1959, dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta).
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, Noermattias (lahir di Solok, Sumatera Barat, 16 September 1896, wafat di Jakarta 9 Agustus 1987 dalam usia 90 tahun dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta, dan Rohana (1900-1983).
Noermattias dua kali menikah, pertama dengan Sawanah (setelah berpisah lalu kemudian menikah dengan Amir Hamzah Datuk Radjomudo), kemudian dengan Loeiah Ibrahim (lahir 5 Nopember 1902, meninggal 7 Oktober 1991 dalam usia 88 tahun dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta).
Rohana dan Muthalib dikarunia lima orang anak, yaitu Abdullah Idwan Muthalib, Edwin Muthalib, Erna Fatma Muthalib, Ahmed Muthalib, dan Barmansyah Latief Muthalib.
Abdullah Idwan Muthalib atau Iwan, lahir di Padang Sumatera Barat pada 6 Maret 1918 dan wafat di Jakarta, 15 Mei 1975, dimakamkan di TPU Blender Kebonpedas Bogor Jawa Barat.
Menikah dengan Rr Setiawati Satjadibrata (anak dari pasangan Rd Hasan Satjadibrata [31 Agustus 1886-12 Januari 1970] dan Rr Sinarpuri Puraatmadja, lahir 5 Juni 1917 di Serang Jawa Barat, wafat di Jakarta, 15 Oktober 2007 dalam usia 90 tahun.
Anak kedua, Edwin Muthalib lahir di Jakarta, 14 Oktober 1920 dan meninggal dunia di Jakarta 1991.
Anak ketiga, Erna Fatma Muthalib atau Nanny Razak, lahir di Jember Jawa Timur 19 September 1922 dan wafat di Jakarta 1 Desember 1988 dalam usia 66 tahun dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta. Menikah dengan Razak, advokat kondang di era 1980-an ini dikaruniai beberapa orang anak antara lain Ismail Ramli Razak, Marina Faika Razak.
Anak berikutnya, Ahmed Muthalib atau Ay, lahir 1924 dan meninggal dunia di Amaterdam Netherlands tahun 1993 dalam usia 68 tahun. Dikenal sebagai seniman musik.
Dan anak terakhir mereka, Barmansyah Latief Muthalib atau Basye, lahir di Jakarta 11 Maret 1942, meninggal dunia di Bandung dalam usia 62 tahun pada 30 Desember 2004.
Penulis: Syafaruddin DaEng Usman, peminat kajian sejarah dan budaya
Baca juga: Inmemorium "Mak Etek" Ayub Rais Sosok Pejuang dan Pengusaha