Bulog Bone Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani
- 21 Mei 2025 15:55 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Perum Bulog Cabang Bone memainkan peran strategis dalam menyerap gabah petani selama musim panen awal 2025. Kepala Cabang Bulog Bone, Maysius Patintingan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Mei ini, penyerapan gabah telah mencapai angka signifikan sebesar 62 ribu ton, naik drastis dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatat 6.926 ton. Capaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan stok pangan.
“Kondisi penyerapan gabah tahun ini sangat menggembirakan. Sepuluh tahun terakhir belum pernah kami menyerap sebanyak ini,” ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Rabu (21/5/2025).
Empat peran utama Bulog di musim panen ini mencakup pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan dukungan kepada petani. Setelah menyerap gabah, Bulog menyimpannya di gudang sebagai cadangan pangan pemerintah. Selanjutnya, beras hasil pengolahan didistribusikan ke pasar rakyat, terutama di wilayah yang membutuhkan.
“Bulog bukan hanya menyerap, tetapi juga mendistribusikan beras hasil pengadaan ke masyarakat. Dan yang tak kalah penting adalah dukungan kepada petani agar mereka mendapat pendapatan yang stabil,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan penyerapan, Bulog bekerja sama dengan Babinsa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Para Babinsa mendata petani yang akan panen, dan hasil pendataan tersebut menjadi dasar bagi Bulog untuk menyiapkan tim pembelian di lapangan. Harga pembelian gabah ditetapkan minimal Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025.
“Kami lakukan pendekatan langsung ke desa-desa bersama Babinsa. Kalau ada gabah petani yang belum terserap, atau harganya di bawah HPP, bisa langsung lapor. Kami siap jemput dan timbang di lokasi,” tambahnya.
Maysius juga mengingatkan agar para petani menjaga kualitas gabah yang dijual ke Bulog. Karena beras yang dihasilkan dari gabah tersebut nantinya akan kembali ke masyarakat sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah. Ia berharap semangat petani tetap tinggi meski harga telah ditentukan pemerintah.
“Gabah yang kami serap akan kembali ke rakyat. Jadi mari sama-sama menjaga kualitas. Petani juga bebas menjual ke mana saja jika harga pasar lebih tinggi dari HPP. Bulog hadir sebagai jaring pengaman,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....