Tingkatkan Daya Saing Wisata Lokal, Komisi VII DPR RI Dorong Standarisasi Event Pro
- 08 Mar 2026 21:08 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Dalam upaya membangkitkan gairah pariwisata di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, sebuah pelatihan peningkatan kualitas penyelenggaraan event digelar dengan kolaborasi strategis antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bidang Pengembangan penyelenggara kegiatan (events) Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI. Kegiatan ini fokus pada transformasi event lokal agar mampu bersaing di kancah nasional di Kota Pontianak, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Pengawasan dan Dukungan Legislatif
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Alifudin, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk mengasah daya saing pariwisata daerah. Menurutnya, banyak potensi budaya lokal yang selama ini belum tergarap maksimal karena kurangnya pengelolaan yang berkelanjutan.
"Kami harapkan dengan pelatihan ini, pariwisata lokal bisa lebih diminati secara nasional. Saya sebagai anggota dewan akan terus mengawasi kinerja Kementerian Pariwisata agar pelatihan semacam ini benar-benar menyentuh potensi yang ada di lapangan," ujar Alifudin.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh bagi pengembangan budaya lokal di Kalimantan Barat agar menjadi daya tarik utama bagi wisatawan di masa depan.
Mendorong Event yang Berkualitas dan Berkelanjutan
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Pontianak, Rizal, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diinisiasi oleh Deputi Bidang Event Kemenparekraf bersama Anggota Komisi VII DPR RI Alifudin.
Rizal menekankan bahwa di era sekarang, penyelenggaraan sebuah acara tidak boleh lagi sekadar bersifat seremonial. Event harus dikelola dengan standar profesional, mulai dari tata letak (layout) hingga tata panggung, guna memberikan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.
"Tujuannya agar peserta paham bagaimana mengorganisir sebuah event menjadi tontonan menarik dengan prosedur profesional. Jika penonton puas, mereka akan rindu dan menantikan kembali event tersebut di tahun-tahun mendatang," ungkap Rizal.
Lebih lanjut, Rizal mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, hingga akademisi untuk berkolaborasi. Menurutnya, sinergi ini penting agar setiap perhelatan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dan menjadi daya pandu wisata yang kuat.
"Di nuansa Ramadhan ini, kami berterima kasih atas empati dan kolaborasi ini. Kami ingin menciptakan event yang berkualitas sehingga masyarakat merasa terhibur dan termotivasi untuk terus berkarya," ujar Rizal..