Teman Tuli Belajar Mengaji lewat Bahasa Isyarat di Maktab Tuli As Sami
- 28 Feb 2026 23:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Gerakan tangan perlahan membentuk huruf hijaiyah di sebuah ruang belajar sederhana di Kota Pontianak. Tanpa lantunan suara yang terdengar, suasana mengaji tetap berlangsung khusyuk dalam kegiatan belajar Al-Qur’an bersama teman tuli yang digelar Maktab Tuli As Sami.
Tim reporter RRI Pontianak mendatangi langsung ke rumah Maktab Tuli As Sami pada Jumat, 27 Februari 2026 sore. Tampak ramai para murid sedang fokus membaca Al-Qur'an dan menulis tugas yang diberikan oleh guru ngaji.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar inklusif bagi penyandang tuli untuk mempelajari Iqra, Al-Qur’an, hingga dasar-dasar ajaran Islam melalui metode Al-Qur’an isyarat. Para murid tidak hanya belajar membaca ayat suci, tetapi juga memahami adab, rukun iman, rukun Islam, serta hadis-hadis sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Guru ngaji Maktab Tuli As Sami, Aini, menjelaskan bahwa proses pembelajaran dirancang agar teman-teman tuli dapat memahami ajaran agama secara menyeluruh.
“Selain belajar Iqra, ada juga yang sudah belajar Al-Qur’an besar. Kemudian mereka belajar hadis, adab-adab, rukun iman, rukun Islam, serta hadis-hadis dasar tentang mengaji dan puasa,” ujar Aini usai berpamitan dengan anak murid.
Murid yang mengikuti kegiatan mengaji ini berjumlah sekitar 20 orang dengan rentang usia 7 hingga 17 tahun. Menariknya, murid tidak hanya dari warga sektar namun mereka datang dari berbagai wilayah di Pontianak, , demi mendapatkan akses pembelajaran Al-Qur’an yang ramah disabilitas. Aini mengatakan, kehadiran program ini berawal dari keinginan para pengajar untuk mengimplementasikan ilmu Al-Qur’an Isyarat yang mereka pelajari di bangku perkuliahan.
“Kami belajar Al-Qur’an Isyarat di kampus, lalu ingin mengimplementasikan supaya anak-anak tuli juga bisa mengaji menggunakan metode tersebut,” kata Aini
Menurutnya, kegiatan mengaji ini tidak hanya berlangsung selama Ramadan, tetapi telah berjalan secara rutin selama kurang lebih tiga tahun sebagai bagian dari dakwah inklusif bagi komunitas tuli di Pontianak.
“Kegiatan mengajar mengaji ini sudah berjalan sekitar tiga tahun dan tidak hanya di bulan Ramadan saja,” tambah Aini.
Melalui kegiatan tersebut, Maktab Tuli As Sami terus berupaya menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang setara, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukan menjadi penghalang bagi siapa pun untuk memahami nilai-nilai keislaman.