Rengginang Emak, Usaha Rumahan yang Tumbuh dari Masa Pandemi

  • 06 Mar 2026 17:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Masa pandemi Covid-19 pada pertengahan 2020 menjadi titik awal perjalanan usaha seorang pria bernama Ade Nana. Dari dapur rumahnya, ia mulai mencoba membuat rengginang sebagai peluang usaha kecil yang kemudian diberi nama Rengginang Emak.

Nama tersebut dipilih untuk menghadirkan rasa nostalgia, seolah mengingatkan pada masakan ibu di rumah. Ade menceritakan pada awalnya, usaha tersebut hanya dijalankan sebagai percobaan.

Namun, di luar dugaan, produk rengginang yang dibuatnya mendapat tanggapan positif dari para konsumen. Hal itu membuat Ade semakin percaya diri untuk menekuni usaha tersebut secara lebih serius. Meski sempat merasa ragu, ia akhirnya membuktikan bahwa promosi melalui platform digital mampu membantu usahanya bertahan bahkan berkembang hingga menjangkau jaringan ritel.

Sejak berdiri pada tahun 2020, Rengginang Emak menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun.

"Untuk menjaga kualitas rasa, saya memilih beras ketan sebagai bahan utama yang didatangkan dari beberapa pemasok besar di Jakarta. Sementara untuk bahan terasi, saya memesan dengan pelaku UMKM binaan di wilayah Padang Tikar, dengan kebutuhan sekitar 60 kilogram setiap bulan," ujar Ade sambil menunjukkan proses produksi rengginang miliknya, Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam proses produksinya, Ade bersama para pekerja menjalankan setiap tahap dengan cermat. Produksi dimulai dari mengukus beras ketan, kemudian mencetaknya menjadi bentuk rengginang, hingga proses pengeringan menggunakan oven sesuai kebutuhan produksi. Seluruh tahapan dilakukan secara mandiri untuk memastikan mutu produk tetap konsisten.

Saat ini, Rengginang Emak hadir dengan berbagai pilihan rasa, di antaranya original, pedas gurih, siap goreng, hingga varian terbaru pedas daun jeruk. "Dari berbagai varian ini, varian pedas menjadi yang paling diminati konsumen. Pas perayaan Imlek kemarin, varian pedas berhasil kami jual hingga 400 kilogram, sementara varian original mencapai sekitar 300 kilogram," tutur Ade.

Permintaan juga meningkat tajam menjelang hari besar keagamaan. Pada momen Idul Fitri, usaha rengginang milik Ade Nana ini tercatat menerima pesanan hingga mencapai 1,6 ton. Untuk kemasan, Rengginang Emak menyediakan beberapa ukuran, mulai dari 500 gram, 200 gram, hingga kemasan standing pouch berukuran 90 gram dan 200 gram.

"Produk-produk kami dipasarkan melalui jaringan reseller serta sejumlah toko ritel. Kami punya lima reseller besar," katanya.

Bagi Ade, Rengginang Emak tidak sekadar menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol kehangatan keluarga yang ingin ia bagikan kepada para pelanggan. Berkat dukungan konsumen setia dan para reseller, usaha UMKM ini terus berkembang dan memperluas jangkauan pasarnya.

Baca juga: Aston Pontianak Sajikan Ragam Kuliner Nusantara untuk Buka Puasa

Rekomendasi Berita