Dua Sektor Utama Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

  • 12 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Melihat pertumbuhan ekonomi sebelum 2022, Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki pertumbuhan ekonomi diatas angka Nasional. Sementara ke depan perlu sikap optimis agar terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalbar terutama dari sektor pertambangan dan konstruksi.

“Saat ada pelarangan ekspor material bauksit jadi agak turun, selalu di bawah angka nasional karena belum siap dengan program hilirisasi untuk barang tambang saat itu,” ujar DR. Preatin, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalbar saat program “Inflasi dan Investasi” di Pro 1 RRI Pontianak Selasa, 11 Februari 2026.

Menurut Preatin, provinsi lain secara nasional, sudah lebih dulu melakukan hilirisasi tambang. “Hilirisasi nikel sedang bagus-bagusnya hilirisasi timah, emas di beberapa provinsi saat itu sudah mulai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Kalbar hilirisasi bauksit menjadi alumina saat itu masih tersendat. “Pada 2022-2024 Kalbar punya smelter, tapi belum nampung semua produk dari bauksit,” katanya.

Tahun 2025 dengan adanya smelter baru dan menampung produksi barang tambang bauksit. Hal ini menyebabkan pertumbuhan dari sektor pertambangan mengalami lonjakan signifikan diikuti sektor konstruksi.

“Untuk itu tahun 2025 sektor pertambangan naik secara signifikan 31,48 % dan diikuti oleh sektor konstruksi. Di mana sektor konstruksi karena ada beberapa kawasan industri yang sedang dibangun dalam rangka hilirisasi bauksit jadi alumina,” ucapnya.

Saat ini, pulau Penebang di Kayong Utara sedang dibangun kawasan industri untuk hilirisasi bauksit jadi alumina bahkan sampai ke aluminium. “Di Ketapang terdapat dua kawasan industri bauksit. Di Sanggau ada, dan saat ini prosesnya sedang konstruksi, kita sedang membangun smelter dan pembangkit listrik,” katanya.

Saat ini sudah ada smelter yang siap menampung bauksit, smelter lainnya sedang dalam persiapan tahap konstruksi. Maka itu bauksit dan konstruksi inilah yang menjadi andalan Kalbar sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2025.

“Ada smelter sudah jalan menampung bauksit, ada smelter yang persiapan sedang konstruksi, sehingga kedua sektor itu jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita