Tiongkok Akan Jajaki Kerjasama Dengan Pemprop Kalbar

KBRN, Pontianak: Sebagai mitra dagang dan Negara tujuan ekspor sekaligus investor kedua terbesar di Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mulai melirik potensi ekonomi lainnya di Provinsi Kalimantan Barat dengan membuka peluang penjajakan kerjasama baik di bidang ivestasi, perdagangan, dan tourism economic.

Hal itu ditegaskan Duta Besar Indonesia untuk RRT dan Tiongkok Djauhari Oratmangun pada Webinar Internasional dengan mengusung Tema “Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalimantan Barat Pasca Pandemi” kerjasama BUMN Untuk Indonesia, LKBN Antara Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat yang dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Ruang Data Analitik Kantor Gubernur Kalbar.

Bahkan, investor di sektor furniture juga direncanakan akan mengunjungi Pemerintah Propinsi Kalbar di pertengahan April ini.

“Posisi Indonesia sebagai Eksportir terbesar ke Tiongkok pada tahun 2020 naik satu level dari peringkat 14 saat ini naik menjadi peringkat 13. Hal itu menandakan, bahwa hubungan antara Tiongkok dengan Indonesia terjalin semakin baik. Begitu juga dengan realisasi Investasi Tiongkok di Indonesia pada tahun 2020 mencapai USD 4,8 Milyar yang menempatkan Indonesia pada urutan kedua,”ungkapnya Jum’at (16/04/2021).

Sementara itu ditemui usai Webinar Internasional Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengemukakan, bahwa ada 10 komoditi ekspor unggulan Kalbar yang dikirim ke Negara Tiongkok, berupa barang tambang dan minyak nabati mentah (CPO). Menurutnya, adanya penjajakan ini dinilai sangat berpeluang bagi besar bagi Kalbar, meski demikian, ada aturan main yang harus di sesuaikan terutama syarat ekspor ke Tiongkok.

“Kita akan tindak lanjuti apasaja yang menjadi kendala impor kita, dan kita mintakan agar duta besar Indonesia di Beijing untuk memfasilitasi kita terutama mengenai regulasi,”imbuhnya.

Disamping potensi ekspor selain barang tambang dan CPO kle Tiongkok diutarakan Ria Norsan, untuk perikanan seperti eskpor Arwana Khas Kalbar cukup menjanjikan begitu juga dengan Sarang Burung Walet (SWB). Oleh karena itu, Pemerintah Propinsi terus mendorong peningkatan produktifitas produk lainnya yang layak ekspor terutama ke Tiongkok.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar