Refleksi Magha Puja: Kedamaian Dunia Dimulai Dari Diri Sendiri
- 07 Mar 2026 11:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Nilai kebahagiaan dan kedamaian hidup dapat dimulai dari perubahan dalam diri sendiri. Pesan ini disampaikan oleh Susiyanti, S.Ag, saat menjadi narasumber dalam program Hikmah Pagi Agama Buddha, di Radio Republik Indonesia Pro 4 Pontianak, Sabtu, 07 Maret 2026.
Dalam ceramah bertema “Kebahagiaan dan Kedamaian Dimulai dari Diri Sendiri: Refleksi Magha Puja”, Susiyanti yang merupakan Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang ini, mengajak masyarakat memahami makna mendalam dari peringatan Hari Suci Magha Puja.
Ia menjelaskan bahwa Magha Puja merupakan salah satu hari suci penting dalam agama Buddha yang memperingati empat peristiwa bersejarah pada masa kehidupan Sang Buddha, termasuk berkumpulnya 1.250 bhikkhu secara spontan di Wihara Veluwana serta penyampaian inti ajaran Buddha yang dikenal sebagai Ovada Patimokkha.
“Isi ajaran tersebut sangat sederhana, yaitu hindari segala perbuatan jahat, perbanyak perbuatan baik, dan sucikan pikiran,” ujar Susiyanti dalam siaran tersebut.
Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan modern yang penuh tekanan, persaingan, dan arus informasi yang cepat. Kondisi ini sering membuat seseorang mudah marah, tersinggung, dan merasa tidak puas.
Susiyanti menegaskan bahwa praktik ajaran Buddha dapat dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain, tidak menyebarkan kebencian, serta membangun kebajikan melalui tindakan kecil.
“Kebaikan sebenarnya tidak selalu harus besar. Kita bisa memulainya dengan hal kecil seperti menghargai orang lain, membantu sesama, menghormati orang tua, dan bekerja dengan jujur,” kata Susiyanti, menjelaskan.
Lebih lanjut, Susiyanti menekankan pentingnya menjaga pikiran karena segala tindakan manusia berawal dari pikiran. Jika pikiran dipenuhi kemarahan dan iri hati, maka ucapan dan tindakan akan ikut negatif.
“Jika pikiran dipenuhi kesadaran, kebijaksanaan, dan kasih sayang, maka hidup akan terasa lebih ringan dan damai,” ucap Susiyanti.
Ia juga mengingatkan bahwa kedamaian dunia sebenarnya dimulai dari perubahan diri sendiri. Ketika seseorang mampu mengendalikan emosi dan menumbuhkan kasih sayang, maka lingkungan di sekitarnya pun akan ikut merasakan dampaknya.
“Kedamaian dunia sebenarnya dimulai dari dalam diri kita sendiri. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,” ungkap Susiyanti.
Melalui refleksi Magha Puja ini, ia mengajak masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dengan menghindari perbuatan jahat, memperbanyak kebajikan, dan menjaga kemurnian pikiran agar hidup menjadi lebih damai dan bermanfaat bagi sesama.