Menilik Potensi Inflasi Jelang Tahun Baru 2025

  • 30 Des 2024 18:43 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN,Banda Aceh : Inflasi adalah kenaikan harga barang secara umum dalam periode tertentu. Hal ini dijelaskan Dr. Chenny Seftarita, S.E, M.Si, Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syah Kuala Dalam program Mozaik Indonesia RRI Banda Aceh (28/12/2024).

Menjelang tahun baru, inflasi dapat meningkat karena permintaan barang dan jasa yang lebih tinggi, terutama saat liburan. Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di beberapa daerah dapat mengganggu distribusi barang, khususnya barang pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan harga.

Inflasi yang tinggi berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat. Kenaikan harga bahan pokok seperti sembako akan mengurangi daya beli masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Hal ini mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan lain seperti kesehatan dan pendidikan, yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka.

Inflasi dapat dipicu oleh dua faktor utama: sisi permintaan dan sisi pasokan. Di sisi permintaan, meningkatnya konsumsi selama liburan seperti Natal dan Tahun Baru berkontribusi pada inflasi. Di sisi pasokan, gangguan distribusi barang dan kenaikan biaya produksi akibat cuaca buruk dan kemungkinan kenaikan PPN dapat memperburuk inflasi.

Pemerintah diharapkan dapat mengendalikan inflasi melalui kebijakan yang tepat, termasuk menjaga kestabilan distribusi barang dan mengawasi praktik spekulasi harga di pasar. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu berkoordinasi untuk memastikan harga tetap stabil, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan selama periode liburan.

Dr. Chenny menyarankan masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi inflasi dan menghindari pembelian berlebihan yang dapat memperburuk keadaan. Di sisi lain, produsen diharapkan untuk tidak menaikkan harga secara tidak realistis. Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi dalam mengatasi inflasi agar dampaknya tidak terlalu merugikan bagi semua pihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....