Perempuan Berdaya Berkontribusi Bagi Bangsa

  • 28 Des 2024 12:16 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Sejak Kongres Perempoean Indonesia yang pertama pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, perempuan Indonesia telah menunjukkan, bahwasanya perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan subjek otonom yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubenur DIY KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada puncak acara Peringatan Hari Ibu ke-96 DIY Tahun 2004, yang dilaksanakan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, pada Rabu (18/12/2024).

"Mereka memahami, bahwa kemerdekaan sejati tidak akan terwujud, selama perempuan masih berada di posisi marginal. Sehingga, menjadi berdaya bukan hanya hak perempuan, melainkan sebuah kewajiban” jelasnya.

Sri Paduka menyampaikan, arti atau makna dari kata ‘berdaya’, bahwa perempuan mampu menginspirasi, mendidik, dan memimpin. Perempuan Indonesia tidak hanya menggenggam harapan, tetapi juga mewujudkannya. Mereka harus terus percaya pada mimpinya dan berjuang untuk mewujudkannya.

Sri Paduka menekankan, saatnya untuk memantapkan, membangun dunia yang lebih adil, di mana perempuan dapat meraih mimpi-mimpinya tanpa batasan. “Mari kita retas sekat penghalang, yang selama ini menghambat perempuan untuk tampil di depan,” ujar Sri Paduka.

Kongres Perempoean Indonesia pertama di Yogyakarta menjadi tonggak dibentuknya suatu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). Melalui PPPI tersebut, terjalin kesatuan semangat juang perempuan untuk bersama kaum laki-laki, meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Bersama-sama meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia, menjadi perempuan yang maju. Sementara itu, Hari Ibu oleh Bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu. Tetapi juga, untuk memperingati jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri, maupun sebagai warga negara, warga masyarakat, dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu, perlu diwarisi arti semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad, melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945.

Adapun Novi Suwondo selaku ketua panitia acara Peringatan Hari Ibu Ke-96 DIY Tahun 2024 melaporkan, bahwa pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Ibu pada tahun ini dilaksanakan secara ringkas, mengingat adanya kegiatan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden serta Pilkada Tahun 2024.

Lebih lanjut, Novi melaporkan beberapa rangkaian acara yang telah dilaksanakan yaitu kegiatan sarasehan bertema “Program Ibu Memanggil”, pada tanggal 6 September 2024 bertempat di Mapolda DIY dengan narasumber Kapolda DIY, Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan, S.IK., MH. Setelah itu, panitia juga melaksanakan kegiatan olahraga bersama, lomba senam jantung sehat, lomba memasak makanan sehat, dan bazar UMKM yang dilaksanakan secara serentak, pada tanggal 22 November 2024 di Mapolda DIY yang diikuti sebanyak 350 peserta.

Novi menambahkan bahwa pada hari yang sama, juga telah dilaksanakan Bakti Kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan mata, dan pemberian kacamata gratis, serta pemberian sembako kepada perwakilan lima organisasi perempuan Tingkat DIY. (wulan/par)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....