Warga Kediri Khawatir dengan Peredaran Uang Palsu
- 27 Des 2024 21:20 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Warga Kabupaten Kediri, khususnya pedagang yang ada di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, khawatir dengan peredaran uang palsu terutama pecahan Rp100.000 ribu, imbas terbongkarnya sindikat pencetakan uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Luluk, salah satu pedagang Pasar Pamenang Pare, Jumat (27/12/2024) menyampaikan pengalaman pernah menerima uang palsu yang dibelanjakan oleh konsumen, dengan rata-rata mengambil kesempatan saat pembeli sedang ramai.
“Pernah bolak-balik itu, pas pagi, pas pembeli rame, kadang orangnya itu apa kayak keburu-buru. Kapan itu Rp50.000 berapa kali ya dua kali kalau tidak tiga kali. Kalau uang palsu itu kertasnya kayak kurang licin, kalau yang asli itu teksturnya kan halus, terus yang palsu gampang lusuh warnanya gampang pudar,” ujar Luluk.
Sementara Andy, salah satu petugas SPBU, yang ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengatakan, pernah mendapatkan uang palsu dan untuk mengenali uang palsu dapat dilihat dari kertas yang berbeda serta tanda hologram yang ada pada uang.
“Pernah, dari kertasnya udah beda kalau palsu halus kayak kertas HVS sama hologramnya sudah berbeda, yang asli kan hologramnya agak kehijauan gini kalau dilihat terus yang tulisan 50.000 ini agak timbul kalau yang palsu halus,” ucap Andy.
Luluk menambahkan dalam berdagang di Pasar Pamenang Pare tidak memiliki alat pendeteksi uang palsu, selama ini untuk membedakan uang palsu atau tidak hanya menggunakan diraba, dilihat fisik uang dan diterawang serta melihat tanda hologram yang ada pada uang tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....