[KALEIDOSKOP] Trump Kembali Memenangkan Jabatan Presiden AS
- 27 Des 2024 23:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat pada Pemilu 2024 dan menjadi Presiden ke-47. Ia mengalahkan Kamala Harris setelah merebut suara di negara bagian kunci seperti Wisconsin, Georgia, dan North Carolina.
Trump, yang sebelumnya kalah dalam Pemilu 2020, meraih 312 suara elektoral, melewati ambang batas 270, Kamis (7/11/2024). Ia mengalahkan Kamala Harris yang hanya meraup 226 suara elektoral, menurut data Associated Press, Jumat (20/12/2024).
Trump juga menjadi presiden kedua dalam sejarah AS yang memenangkan masa jabatan non-konsekutif, setelah Grover Cleveland. Dalam usia 78 tahun, ia menyamai usia Biden saat menjadi presiden tertua yang dilantik.
Trump kembali ke Gedung Putih dengan memanfaatkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan sosial di bawah pemerintahan Demokrat. Inflasi tinggi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan kekhawatiran imigrasi ilegal menjadi faktor pendorong banyak pemilih beralih ke Trump.
Ia berjanji menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan mengatasi masalah imigrasi secara tegas. Trump berjanji menegakkan kebijakan deportasi massal terhadap imigran ilegal.
Ia juga tak segan untuk menggunakan militer dalam menghadapi imigrasi yang dianggapnya sebagai "invasi." Kebijakan ini mendapatkan dukungan besar Partai Republik, tetapi juga menuai kontroversi dan penolakan dari sebagian besar Partai Demokrat.
Kebijakan fiskal ekspansif Trump, seperti pemotongan pajak dan peningkatan belanja publik, diperkirakan memberikan dorongan ekonomi jangka pendek. Namun, analis Oxford Economics memperkirakan hal tersebut dapat memicu inflasi dalam jangka panjang.
Sementara itu, kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis diperkirakan dapat merombak lanskap perdagangan global. Oxford Economics menilai penerapan tarif terhadap Tiongkok dan mitra dagang lainnya menjadi sebagian dari imbas tersebut.
Namun, ini juga akan berdampak pada biaya barang impor dan rantai pasokan yang lebih tidak efisien. Trump juga menghadapi tantangan hukum yang berat, termasuk tuduhan kriminal terkait pemalsuan dokumen.
Ia juga dituduh dengan upaya membatalkan hasil Pemilu 2020. Namun, Trump berhasil mengubah masalah hukum ini menjadi simbol perjuangan politiknya, membangun citra sebagai korban ketidakadilan.
Kembalinya Trump ke Gedung Putih turut memengaruhi dinamika politik internasional. Ia menegaskan dukungannya terhadap Israel, bahkan akan memberikan tekanan jika tawanan di Gaza tidak dibebaskan sebelum ia menjabat.
Namun, kepada TIME, Trump juga mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di sisi lain, sekutu AS bersiap menghadapi kebijakan luar negeri yang kembali tidak terduga.
Ini termasuk keraguan tentang komitmennya terhadap NATO. Meski demikian, NATO mengekspresikan kesiapan bekerja sama dengan Trump dalam menghadapi ancaman geopolitik baru.
Ketua NATO, Mark Rutte, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kolaborasi Rusia dengan Korea Utara, termasuk transfer teknologi militer. Dalam konteks internasional, hubungan antara Trump dan sejumlah pemimpin dunia juga semakin terlihat.
Salah satunya adalah komunikasi hangat yang terjadi antara Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Pada 11 November 2024, Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Trump atas kemenangannya melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan yang diunggah melalui media sosial, Trump menanggapi dengan ramah. Trump memberikan nomor telepon pribadinya dan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.
Percakapan tersebut juga mencakup ungkapan keprihatinan terhadap percobaan pembunuhan yang dialami Trump selama kampanye. Sementara, Prabowo mengungkapkan rasa syukur bahwa Trump selamat dari insiden tersebut.
Di dalam negeri, banyak warga AS merasa kelelahan setelah pemilu dan mulai mengurangi konsumsi berita politik. Survei menunjukkan bahwa dua pertiga orang dewasa di AS merasa perlu membatasi informasi politik pasca-pemilu.
Di sisi lain, tingkat polarisasi politik menjadi semakin tinggi. Fenomena ini tercermin dalam penurunan rating saluran berita seperti MSNBC dan CNN.
Sementara, Fox News justru mengalami kenaikan. Masyarakat tampaknya semakin jenuh dengan pemberitaan yang berfokus pada tokoh politik tertentu, termasuk Trump.
Pada tanggal 6 Januari 2025, Kongres AS akan secara resmi mengesahkan kemenangan Trump. Pada 20 Januari 2025, ia akan resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....