Dokter: ODHA Juga Butuh Hak Setara
- 25 Des 2024 08:52 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Setiap 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Tema nasionalnya: HIV AIDS Hak Setara untuk semua, Bersama Kita bisa. Banyak stigma dan diskriminasi yang dirasakan Orang dengan HIV Aids (ODHA).
Pada dialog Bekesan (Bincang Edukasi Kesehatan), Kamis (5/12/2024) lalu, dr. Mulya Sundari, Sp. PD FINASIM - koordinator Layanan HIV RSMY Bengkulu. Peran keluarga jika terdapat salah satu keluarga menderita infeksi virus HIV /AIDS, " Jangan pernah di jauhi atau dikucilkan penderita HIV AIDS hak menerima informasi, hak menerima pendidikan, hak menerima pergaulan, hak perlindungan hukum sama". Dan yang paling penting adalah berikan dukungan. Jangan sampai membuat penderita HIV AIDS cemas, depresi dan jadi menarik diri itu sangat mengganggu keberhasilan pengobatannya nanti. Karena kondisi keberhasilan pengobatan dipengaruhi kondisi imun dan psikisnya.
Menurut dokter Sundari, tinggal serumah dengan penderita HIV/ AIDS tidak akan tertular hanya dari berjabat tangan, penggunaan handuk bersama karena penularan melalui cairan air liur sangat kecil kemungkinan penularannya. Yang sangat harus diperhatikan adalah imun dan kondisi psikisnya. Penularan melalui darah seperti transfusi darah, penggunaan jarum bersama, penularan dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya selama kehamilan, persalinan juga menyusui dan aktivitas seksual.
Peran keluarga lainnya adalah saling mengingatkan untuk ketaatan minum obat setiap hari. Setelah dinyatakan oleh dokter pada seseorang menderita infeksi virus HIV berapapun stadiumnya 1 s/d stadium 4 walaupun tidak bergejala wajib/ harus rutin minum obat anti virus setiap hari dan di jam yang sama setiap harinya seumur hidupnya. Dahulu penderita harus minum obat 2 X 2 setiap hari di jam yang sama.
Namun beberapa tahun belakangan sudah ada obat simpel dan obat baru anti virus antiretroviral (ARV) sudah digabung menjadi satu obat. Cara minumnya 1 x 1 setiap hari di jam yang sama. Kenapa harus di jam yang sama minum obat anti virus, karena menurut dokter Sundari " karena kita melawan virus, karena virus berkembang di jam yang sama jadi minum obatnya harus di jam yang sama setiap harinya. Kenapa tidak boleh skip minum obat, karena Juga untuk menghindari resistensi obat", ujarnya.
Penting sekali anggota keluarga untuk mengingatkan penderita rutin minum obat untuk meminimalisir dampak kesehatannya seperti penurunan imun, berkembangnya sariawan, penurunan berat badan (wasting syndrome), diare berulang lebih dari dua minggu dan tidak sembuh, juga menurunkan resiko penularan pada bayi jika ibu hamil yang menderita virus HIV.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....