Penyandang Disabilitas Daksa Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan Berdemokrasi

  • 23 Des 2024 23:05 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Bantul: Keterbatasan fisik bukanlah penghalang dalam berkontribusi untuk demokrasi. Hal tersebut dibuktikan oleh sosok Ade Amita Bacan, seorang penyandang disabilitas daksa yang tergabung sebagai sekretariat Panwaslucam Bantul.

Keterlibatannya sebagai bagian dari pengawas sudah dilakukan sejak Pemilu Tahun 2024 dan berlanjut hingga Pilkada Bantul 2024. Pria yang akrab disapa Ade tersebut, mengaku ingin pesta demokrasi menjadi lebih inklusif, aksesibel, aman, damai, serta bersih dari politik uang.

“Satu kekurangan tidak akan menjadi penghalang saya untuk terus berkarya. Salah satu bagian tubuh saya boleh tidak berfungsi, tapi bagian tubuh lainnya masih berfungsi sangat baik bahkan menjadi lebih kuat,” ucapnya, Minggu (22/12/2024).

Tugas keseharian Ade di sekretariat Panwaslucam Bantul antara lain penyelesaian pekerjaan administratif, menerima tamu jika ada laporan temuan atau sengketa, menjaga kebersihan kantor, membantu notulensi, serta dokumentasi kegiatan. Ia juga sering dilibatkan dalam pengawasan lapangan mendampingi komisioner Panwaslucam.

“Ada tantangan tersendiri terutama saat ikut melakukan pengawasan di lapangan, di mana kerap ditemui lokasi yang terjal dan licin sehingga menyulitkan pengguna kursi roda seperti saya. Namun saya tidak sendiri, rekan-rekan Panwaslucam selalu memberi dukungan kepada saya,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho merasa sangat bangga dengan keterlibatan Ade dalam pengawasan Pilkada. Bawaslu akan selalu terbuka kepada kelompok disabilitas untuk aktif sebagai penyelanggara.

“Bawaslu selaku penyelenggara pemilu dan pemilihan menjunjung tinggi asas inklusivitas dan aksesibilitas. Kami juga secara aktif menyasar kelompok disabilitas untuk dilibatkan dalam pengawasan partisipatif,” kata Didik. (aji)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....