Mahasiswa Polikant Kembangkan Jaring Milenium Inovatif dengan Lacuba
- 06 Des 2024 11:31 WIB
- Tual
KBRN, Langgur – Mahasiswa Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (Prodi TPI) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) berhasil merancang alat tangkap ikan inovatif berupa jaring milenium yang dilengkapi dengan Lampu Celup Bawah Air (Lacuba). Desain alat tangkap ini merupakan bagian dari program Project-Based Learning (PBL) yang dilaksanakan sejak bulan September lalu, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui penerapan langsung ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pengembangan alat ini, Prodi TPI mendesain dua jenis jaring milenium, yaitu jaring insang permukaan dengan ukuran mata jaring (mesh size) 3 inci, serta jaring insang pertengahan dengan ukuran mata jaring 4 inci. Alat tangkap ini diuji coba di perairan Danar Ternate, Maluku Tenggara, dengan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, teknisi, serta nelayan setempat yang berpengalaman.

Manager Proyek PBL Prodi TPI, Erwin Tanjaya mengatakan uji coba dilakukan di kedalaman sekitar 30 meter dan menggunakan Lacuba dalam dua pengaturan waktu yang berbeda, yakni pada pukul 19.30-21.30 WIT dan pukul 22.00-24.00 WIT.
“Hasil tangkapan yang kami dapat sangat luar biasa, ada ikan tenggiri dan lolosi,” Kata Erwin yang turut serta dalam pengujian.
Menurut Erwin, meskipun jaring milenium ini jarang digunakan oleh nelayan di Kepulauan Kei, alat ini memiliki berbagai keunggulan yang dapat meningkatkan efisiensi dalam menangkap ikan. Pihaknya berencana melakukan sosialisasi kepada nelayan di beberapa ohoi agar mereka dapat memanfaatkan teknologi baru ini dalam kegiatan penangkapan ikan.
Erwin menjelaskan, ada tiga keunggulan jaring milenium dibanding jaring tradisional yang biasa digunakan nelayan di Kepulauan Kei. Pertama, peningkatan selektivitas memungkinkan jaring menghindari tangkapan ikan yang tidak diinginkan, seperti ikan juvenil atau ikan yang dilindungi.

Keunggulan kedua memiliki ketahanan lebih baik. Material jaring milenium tahan lama terhadap kondisi ekstrem seperti arus kuat dan suhu tinggi, sehingga mengurangi biaya operasional karena jaring tidak mudah rusak.
Ketiga, jaring milenium ini ramah lingkungan. Penggunaannya dapat mengurangi risiko ghost fishing, yaitu penangkapan ikan yang tidak disengaja akibat jaring yang hilang di laut.
“Selain itu, beberapa desain jaring milenium ini dilengkapi dengan material biodegradable yang dapat terurai secara alami, sehingga tidak mencemari lingkungan laut,” ujar Erwin menambahkan.
Dengan keberhasilan uji coba dan banyaknya keunggulan yang ditawarkan, Prodi TPI Polikant berharap agar inovasi ini dapat diterima oleh masyarakat nelayan di Kepulauan Kei. Sosialisasi dan edukasi tentang jaring milenium akan terus dilakukan untuk mengajak lebih banyak nelayan memanfaatkan teknologi ini demi meningkatkan hasil tangkapan ikan yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....