Menteri Kebudayaan berharap JAFF Market Perkuat Ekosistem Film Indonesia

  • 03 Des 2024 14:45 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) untuk pertama kalinya menyelenggarakan JAFF Market tahun ini. JAFF Market adalah sebuah event industri yang diharapkan menjadi hub dan sarana berjejaring bagi seluruh ekosistem perfilman Indonesia. JAFF Market diselenggarakan pada 3-5 Desember 2024 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Sebanyak 151 booth dan 96 perusahaan dari berbagai sektor industri perfilman hadir untuk memperkenalkan bisnis serta proyek-proyek yang sudah digarap, sedang, dan akan diproduksi. JAFF market dibuka oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dan serta dihadiri oleh Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan, Dr. Fadly Zon, M.Sc, menyampaikan JAFF Market mempertemukan 100+ perusahaan film, mencerminkan dukungan kuat bagi ekosistem perfilman Indonesia.

“Kita patut berbangga. JAFF Market merupakan langkah strategis yang mempertemukan lebih dari 100 perusahaan film nasional dan internasional. Partisipasi ini menunjukkan antusiasme besar pelaku industri terhadap penguatan ekosistem perfilman Indonesia,” kata Fadli Zon.

Menteri juga menambahkan, bahwa Pemerintah mendukung JAFF Market sebagai perantara kerja sama perfilman dan penghubung ke pasar film Asia. Pemerintah berkomitmen mendukung industri film melalui inisiatif seperti JAFF Market. Kegiatan ini dapat menjadi perantara kerja sama antara perusahaan film, pemegang hak cipta, pekerja film, dan bakat baru, sekaligus menghubungkan kita dengan pasar film Asia yang terus berkembang,” ucap Menteri.


Dalam pembukaan JAFF market, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan tur keliling area MARKET, didampingi oleh Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media dan para pemimpin utama JAFF, yaitu, Garin Nugroho, Festival Founder, Budi Irawanto, Festival President, Ifa Isfansyah, Chairman JAFF MARKET, Linda Gozali, JAFF MARKET Director, Ajish Dibyo, Executive Director JAFF MARKET, dan Lorna Tee, JAFF MARKET advisor. (Foto: RRI/Wulan)


Dengan kehadiran JAFF Market, Indonesia diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan industri film terbesar di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat internasional.

Selain rumah produksi, JAFF Market juga dihadiri para kreator, pemilik kekayaan intelektual (IP), komunitas, instansi pemerintah, merek, hingga penikmat film untuk hadir. Disini ada berbagai booth untuk para peserta pameran, untuk mengenalkan berbagai proyek yang sudah digarap, sedang, dan akan diproduksi.

Sebagai bagian dari rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival, JAFF Market bertujuan, antara lain, Mendorong pertumbuhan, inovasi, dan kolaborasi di sektor perfilman. Kemudian untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui sinergi yang solid. Serta diharapkan dapat menjadi ruang berjejaring bagi pembuat film, produser, distributor, dan pelaku industri lainnya.

“Dengan kehadiran JAFF Market, Indonesia diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan industri film terbesar di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat internasional,” ucap Fadli Zon.

Selama acara, pengunjung dapat menikmati berbagai program menarik, seperti: JAFF Content MARKET, JAFF Future Project & Talent Day bekerja sama dengan Netflix, Film Conference, berbagai acara networking, dan kegiatan menarik dari booth-booth milik rumah produksi film. (Wulan/par)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....