Menuju Pilkada 2024 Aceh Singkil, DUHA Versus SAHABAT
- 05 Sep 2024 14:26 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil: Pendaftaran Bakal Calon Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2024 s.d 2029 di Kabupaten Aceh Singkil telah selesai dilaksanakan selama tiga hari, yaitu mulai 27 sampai dengan 29 Agustus 2024. Pada agenda tersebut, ada dua kandidat kuat Bakal Calon yang mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil.
Kekuatan utama kedua kandidat yaitu pengalaman Bakal Calon Bupati yang sama-sama pernah menjabat Eksekutif dan Legislatif, serta sama-sama didukung Partai-partai besar peraih kursi dewan periode 2024 sampai 2029.
Pasangan yang mendaftar pertama kali yaitu pasangan Dulmusrid dan Al-Hidayat, ST, pada hari kedua, Rabu (28/8/2024). Dulmusrid atau akrab dipanggil Bengkek, pernah menjabat Wakil Bupati Aceh Singkil pada periode 2012-2017. Kemudian bersama wakilnya, Sazali, ia menjabat Bupati Aceh Singkil periode 2017—2022, setelah menang tipis dari Safriadi pada Pilkada 2017. Dulmusrid juga pernah menjadi anggota DPRK Aceh Singkil periode 2009 2014.
Sebagai wakilnya, Dulmusrid memilih dari kalangan milenial, yaitu Al Hidayat, yang pernah menjadi anggota DPRK periode 2019 s.d 2024.
Pendaftar kedua yaitu pasangan H. Safriadi, SH dan H. Hamzah Sulaiman, SH. Pasangan ini mendaftar pada hari ketiga, Kamis (29/8/2024). H. Safriadi Manik, S.H. atau akrab dipanggil Oyon, pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Singkil periode 2012—2017. Ia juga pernah menduduki Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Fraksi periode 2021 sampai s.d 2024, dan sebagai Ketua DPRK Aceh Singkil periode 2009-2012.
Dalam Pilkada 2024, Safriadi memilih bersanding dengan Hamzah Sulaiman, hakim ternama, yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Aceh Singkil.
Pasangan Dulmusrid dan Al-Hidayat, ST, atau DUHA, diusung oleh delapan partai peraih kursi di Aceh Singkil, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Aceh, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Alasan dukungan dari delapan Partai Nasional untuk DUHA cukup sederhana, karena lebih ke pribadi sang Calon Bupati. Seperti dikatakan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Singkil, Frida Siska Sihombing, kepada RRI, Sabtu (31/8/2024), selain instruksi Partai, tertarik mendukung DUHA karena tiga alasan.
“Yang pertama itu komunikasi yang efektif Pak Dul lakukan ke Partai, baik mulai dari DPC bawah sampai Pusat. Kemudian yang kedua rendah hati, komunikasinya tidak tinggi. Kemudian dia merakyat, dekat dengan rakyat, dan suka becanda memang,” kata Frida Siska.
Sementara pasangan H. Safriadi Manik, SH, dan H. Hamzah Sulaiman, SH, atau SAHABAT diusung enam partai politik peraih kursi di DPRK Aceh Singkil, yaitu Nasdem, Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Partai Nanggroe Aceh (PNA). Meski jumlah partai lebih sedikit, namun jumlah dewan peraih kursi dalam koalisi SAHABAT melebih koalisi DUHA. Koalisi Partai SAHABAT peraih 13 kursi, sementara koalisi Partai DUHA peraih 12 kursi.
Pemilihan pasangan SAHABAT melewati seleksi panjang. Seperti dikatakan Sekretartis Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Aceh Singkil, Ahmad Fadli, M.Ag, pemilihan pasangan SAHABAT di Partai Nasdem, peraih kursi terbanyak di Aceh Singkil, karena pasangan SAHABAT merupakan dua dari enam pendaftar yang memenuhi seluruh persyaratan dalam penjaringan calon Kepala Daerah di Partai Nasdem.
“Persyaratan yang mutlak yaitu harus melakukan survey. Yang melakukan survey hanya Pak Safriadi Oyon dan Pak Hamzah Sulaiman. Dasar itulah maka hasil survey dibawa ke DPP, ke Pusat, Jakarta. Maka Secara tahapan atau persyaratan yang ditentukan partai, Pak Safriadi Oyon dan Pak Hamzah Sulaiman lah yang memenuhi persyaratan,” kata Ahmad Fadli.
Ditambahkan Ahmad Fadli, selain memenuhi persyaratan penjaringan Kepala Daerah di Partai Nasdem, Safriadi, SH, atau akrab disebut Oyon ini juga dinilai berpengalaman dalam memimpin Aceh Singkil.
“Waktu itu dipresentasekan diantara yang enam, tentunya dari segi pengalaman Pak Oyon lebih berpengalaman, karena Pak Oyon sudah pernah menjadi Bupati Aceh Singkil periode 2012 – 2017,” tutur Ahmad Fadli.
Terkait potensi untuk memajukan Aceh Singkil, Partai Pendukung kedua kandidat optimis jagoannya akan dapat membawa kemajuan Aceh Singkil dalam kepemimpinan. Tidak hanya kekuatan sosok Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati, namun juga didukung koalisi partai yang memiliki perwakilan DPR di Tingkat Provinsi maupun di tingkat Pusat
Frida Siska optimis DUHA berpotensi untuk memajukan Aceh Singkil karena didukung oleh partai-partai besar, yang memiliki kursi DPR di Tingkat Provinsi maupun di tingkat Pusat.
Hal yang sama juga disampaikan partai pengusung SAHABAT. Ahmad Fadli menegaskan partai pendukung SAHABAT memiliki perwakilan di tingkat Provinsi dan tingkat Pusat, sehingga akan banyak jalan untuk membangun Aceh Singkil.
Kekuatan lain dari kedua Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Singkil yaitu dalam Pemilihan Slogan atau singkatan. Pemilihan nama punya kekuatan tersendiri dan menjadi ciri khas, karena tidak sekedar singkatan nama kedua pasangan, tetapi memiliki makna khusus.
Dulmusrid dan Al Hidayat, ST, memilih slogan DUHA Memang Beda, yang merupakan singkatan dari Dulmusrid-Al Hidayat (DUHA) dan Bengkek-Dayat (BEDA), nama panggilan kedua pasangan.
Bakal Calon Bupati, Dulmusrid menyebutkan Filosofi DUHA menggambarkan Salat Duha, waktu pagi ketika matahari mulai naik.
“Kami mengartikan itu ada dua hal. Satu, Duha itu adalah nama kami, Dulmusrid- Alhidayat. Arti lain, DUHA itu diartikan dalam umat Islam pada saat pagi sampai siang. Berkahnya bisa membawa berkah kepada yang mengerjakan, dipermudah seluruh urusannya, dijauhkan dari marabahaya,” kata Dulmusrid.
waktu pagi ketika matahari mulai naik, biasanya antara pukul 7 hingga waktu dzukur. Waktu itu disebut “waktu Dhuha”. Waktu Dhuha memiliki beberapa manfaat, seperti dapat melapangkan dada dalam segala hal, mempersiapkan diri menghadapi hari, dan menangkal stress.
Pasangan H. Safriadi Manik, SH, dan H. Hamzah Sulaiman, SH memilih singkatan nama yang lebih sederhana, yaitu SAHABAT, merupakan singkatan Safriadi Hamzah Batuah. Selain menggambarkan pertemanan atau persahabatan, makna mendalam dari SAHABAT ditekankan pada kata Batuah yaitu memiliki makna membawa berkah.
“Itu perpaduan dari nama calon Safriadi dan Hamzah. Kalau digabungkan namanya kan SAHA, jadi kita tambah BAT itu adalah Batuah. Karena Batuah itu artinya berkah, atau bermanfaat bagi orang lain. Jadi makna itu luar biasa bagus, cukup bisa menjadi satu andalan, karena niatnya baik, kedua orang itu tulus membawa Aceh Singkil,” tutur RB, salah satu inisiator SAHABAT.
Tak hanya nama, slogan tambahan pada singkatan nama kedua pasangan juga sangat menarik. DUHA, Bersekata Bersepekat untuk Aceh Singkil. SAHABAT, untuk Aceh Singkil Hebat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....