Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Milik Mbappé, Samai Raihan Gerd Müller 56 Tahun Lalu
- 20 Jul 2026 09:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, menjadi pemain keempat yang menorehkan dua digit gol dalam sejarah Piala Dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, menyabet penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 sebagai pencetak gol terbanyak turnamen tersebut. Penyerang Real Madrid itu membukukan total 10 gol dari delapan pertandingan yang dijalani skuad Les Bleus.
Catatan tersebut mengantarkan Mbappé menyamai raihan legenda Jerman, Gerd Müller, saat menjadi top scorer Piala Dunia 1970. Pemain 27 tahun itu juga menjadi pemain pertama sejak 56 tahun yang menorehkan dua digit gol dalam satu turnamen.
Dalam sejarah Piala Dunia, hanya empat pemain yang meraih perolehan dua digit itu termasuk Mbappé dan Müller. Sandor Kocsis (Hungaria) mencetak 11 gol pada edisi 1954 dan Just Fontaine (Prancis) mencetak 13 gol pada 1958.
Mbappé memastikan gelar top scorer saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga. Meski mencetak dua gol, Les Bleus tetap harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6.
Prestasi individu tersebut ternyata tidak mampu menutupi kekecewaan Mbappé atas kegagalan Prancis melaju ke final. Sebelumnya, langkah Les Bleus terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan Spanyol yang kemudian keluar sebagai juara dunia.
Usai pertandingan, Mbappé mengaku memiliki perasaan campur aduk meski berhasil membawa pulang penghargaan Sepatu Emas. Menurut dia, tampil di partai final jauh lebih berarti dibandingkan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen.
“Ketika Anda mencetak begitu banyak gol di Piala Dunia, itu tentu saja membawa Anda ke level yang sama sekali baru,” ujarnya. “Namun, saya lebih memilih tidak menjadi pencetak gol terbanyak dan bisa bermain di final.”
Mbappé menambahkan penghargaan tersebut memang akan menjadi bagian penting dari warisan kariernya. Namun, kegagalan membawa Prancis ke final Piala Dunia 2026 masih menjadi hal yang paling membebaninya.
“Gelar itu memang bagus untuk warisan karier saya setelah pensiun,” capnya. “Namun saat ini, hal itu tidak ada dalam pikiran saya.”
Perjalanan Mbappé menuju gelar Sepatu Emas dimulai sejak fase grup. Dia langsung tampil tajam dengan mencetak dua gol ke gawang Senegal dan membobol gawang Irak dua kali.
Ketajamannya Mbappé terus berlanjut pada babak 32 besar dengan dua gol ke gawang Swedia. Saat melawan Paraguay dan Maroko pada babak 16 dan delapan besar, dia mencetak masing-masing satu gol.
Dengan torehan 10 gol, Mbappé kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Pemain bertinggi 178 sentimeter ini juga mencatat rekor baru dengan menjadi top scorer Piala Dunia dua kali berturut-turut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....