Inggris Gagal ke Final, Tuchel Tegaskan Tanggung Jawab

  • 18 Jul 2026 16:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelatih Thomas Tuchel mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan Inggris yang tidak berhasil meraih juara ketika dikalahkan Argentina 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026.
  • Meskipun mengalami kekalahan, Tuchel tetap membela keputusan taktiknya dalam pertandingan tersebut.
  • Tim Inggris akan berlaga melawan Prancis dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya melaju ke final Piala Dunia 2026. Ia tetap membela keputusan taktiknya meski Inggris kalah dramatis 2-1 dari Argentina pada semifinal.

Hal tersebut disampaikan Tuchel pada konferensi pers jelang laga perebutan peringkat ketiga melawan Prancis. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.

Menurut Tuchel, dirinya tidak menyesali keputusan yang diambil sepanjang laga semifinall. Ia menegaskan setiap keputusan dibuat demi membantu tim meraih kemenangan.

"Kalau Anda membutuhkan seseorang untuk disalahkan, saya yang bertanggung jawab. Saya pelatih kepala dan itu memang tanggung jawab saya,” kata Tuchel kepada media.

Pelatih asal Jerman itu menilai Inggris kehilangan kendali permainan pada penghujung laga. Ia mengakui timnya tampil terlalu pasif saat mempertahankan keunggulan.

Menurutnya, perubahan momentum terjadi setelah Inggris mencetak gol pembuka lewat Antonhy Gordon. Argentina kemudian terus menekan hingga mampu membalikkan keadaan pada menit-menit akhir.

Tuchel juga menjelaskan perubahan menjadi lima bek dilakukan untuk meredam serangan lawan. Namun, strategi tersebut tidak mampu menghentikan umpan silang dan pergerakan pemain Argentina.

Ia juga menjelaskan Harry Kane bermain lebih dalam karena Inggris bertahan dengan blok rendah. Menurut Tuchel, timnya kurang agresif ketika menghadapi tekanan lawan.

“Mengapa kami bertahan dengan blok rendah? Ya, memang seperti itulah cara bertahan ketika menggunakan blok pertahanan, kami tidak cukup aktif,” kata Tuchel.

Mantan pelatih Chelsea itu mengungkapkan kondisi fisik pemain turut memengaruhi performa tim pada babak semifinal. Laga melawan Meksiko dan Norwegia disebut menguras tenaga lebih besar dari perkiraan.

"Para pemain benar-benar memberikan segalanya di setiap pertandingan. Jika data fisik menurun, pasti ada penyebabnya,” ujarnya.

Tuchel menyebut kekalahan dari Argentina menjadi luka yang harus dibawa seluruh skuad Inggris. Namun, ia memastikan timnya akan bangkit dan terus mengejar level tim-tim terbaik dunia.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengkritik pendekatan taktik Inggris pada babak kedua. Ia mempertanyakan keputusan menempatkan Kane lebih fokus membantu pertahanan.

"Saya pikir mereka mungkin membuat kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan. Mereka unggul, lalu menempatkan pemain terbaiknya untuk bertahan,” kata Trump pada acara FIFA di Trump Tower, Sabtu, 18 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....