Kisah Kebersamaan Scaloni dan Messi di Tim Tango
- 17 Jul 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Duet Scaloni dan Messi menjadi kekuatan utama Argentina dalam membangun stabilitas tim hingga meraih gelar Piala Dunia 2022.
- Scaloni berhasil membangkitkan Argentina setelah masa sulit 2018 dengan membangun skuad baru dan meyakinkan Messi kembali ke tim nasional.
- Argentina memburu sejarah di Piala Dunia 2026, dengan peluang Scaloni mencatat rekor sebagai pelatih kedua peraih dua gelar dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Nasional Argentina menatap sejarah baru pada Piala Dunia 2026 berkat hubungan kuat Lionel Scaloni dan Lionel Messi. Duet dua sosok tersebut menjadi fondasi penting perjalanan Albiceleste menuju persaingan gelar dunia.
Kedekatan Scaloni dan Messi telah terjalin sejak awal perjalanan sang pemain bersama tim nasional Argentina. Hubungan tersebut berkembang menjadi ikatan kuat yang menghadirkan stabilitas dalam skuad hingga sekarang.
Perpaduan peran pelatih dan kapten itu mengubah wajah Argentina setelah mengalami masa sulit usai Piala Dunia 2018. Kini Albiceleste kembali memiliki peluang besar untuk menambah catatan prestasi pada edisi 2026.
Kisah keduanya bermula saat Messi menjalani debut internasional menghadapi Hungaria pada 2005 silam. Ketika itu Scaloni menjadi pemain yang memberikan dua operan kepada Messi sebelum menerima kartu merah.
Pada Piala Dunia 2006, Scaloni kembali menunjukkan dukungan ketika Messi mencetak gol melawan Serbia Montenegro. Ia menjadi pemain pertama yang menghampiri Messi dan memberikan ucapan selamat setelah pertandingan.
Meski terpaut usia sembilan tahun, hubungan keduanya di tim nasional berkembang semakin dekat. Banyak pihak menggambarkan kedekatan mereka seperti hubungan keluarga yang memperkuat mental Argentina.
Argentina pernah mengalami masa sulit pada Piala Dunia 2018 ketika Jorge Sampaoli menangani skuad tersebut. Strategi pressing tinggi yang diterapkan saat itu tidak berjalan maksimal bersama lini belakang Argentina.
Perjalanan Argentina di Rusia berlangsung berat setelah hanya bermain imbang melawan Islandia dan kalah dari Kroasia. Kekalahan dari Prancis pada babak enam belas besar membuat Sampaoli akhirnya meninggalkan kursi pelatih.
Dalam situasi sulit, Asosiasi Sepak Bola Argentina menunjuk Scaloni sebagai pelatih sementara setelah Piala Dunia 2018. Saat itu Scaloni sebelumnya menjabat asisten pelatih dan menangani tim muda Argentina.
Awalnya Scaloni hanya mendapat tugas menjalani beberapa laga persahabatan hingga akhir tahun tersebut. Namun, perubahan besar mulai terlihat ketika ia membangun skuad baru dengan pendekatan berbeda.
Messi sempat menjauh dari tim nasional setelah mengalami kekecewaan akibat kegagalan final Copa America 2016. Scaloni kemudian berusaha meyakinkan sang kapten untuk kembali memperkuat Argentina.
Scaloni melibatkan Pablo Aimar dalam komunikasi dengan Messi untuk menyampaikan rencana pembangunan tim baru. Visi tersebut akhirnya membuat Messi kembali dan menjadi bagian penting proyek Albiceleste.
Sejak saat itu Argentina mengalami perkembangan pesat hingga berhasil meraih gelar Piala Dunia 2022. Prestasi tersebut menjadi trofi dunia ketiga Argentina sepanjang sejarah setelah perjalanan panjang.
Pada Piala Dunia 2026, Argentina kembali memburu kejayaan dengan menghadapi tantangan besar dari lawan kuat. Mereka harus melewati Inggris sebelum berpotensi bertemu Spanyol pada pertandingan final.
Scaloni dikenal sebagai pelatih yang memiliki ketenangan dalam menghadapi tekanan pertandingan besar. 'Matahari akan tetap terbit besok' menjadi kalimat yang menggambarkan sikap tenangnya.
Emosi Scaloni semakin terlihat pada Piala Dunia kali ini ketika Argentina meraih kemenangan penting. Ia bahkan tidak mampu menyelesaikan wawancara setelah kemenangan dramatis yang diraih timnya.
Jika mampu membawa Argentina juara dunia 2026, Scaloni berpeluang mencatat sejarah besar sepak bola. Ia dapat menjadi pelatih kedua setelah Vittorio Pozzo yang memenangkan dua gelar Piala Dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....