Mentrans Nobar Semifinal Piala Dunia dengan Kawasan Transmigrasi

  • 30 Jul 2026 12:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan semangat Piala Dunia menjadi momentum memperkuat kebersamaan di lingkungan Kementerian Transmigrasi
  • Ia mengajak pegawai Kementerian Transmigrasi dan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi mengikuti nonton bareng pertandingan semifinal Piala Dunia
  • Nobar tersebut dilakukan bersama kawasan transmigrasi Malaka, Salor, dan Rempang, Balai Transmigrasi di Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin, dan Pekanbaru

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan semangat Piala Dunia menjadi momentum memperkuat kebersamaan di lingkungan Kementerian Transmigrasi. Ia mengajak pegawai Kementerian Transmigrasi dan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi mengikuti nonton bareng pertandingan semifinal Piala Dunia.

Nobar semifinal tersebut antara Inggris dan Argentina yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kamis 16 Juli dini hari. Nobar tersebut dilakukan bersama kawasan transmigrasi Malaka, Salor, dan Rempang, Balai Transmigrasi di Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin, dan Pekanbaru.

“Menyambut baik ajakan TVRI untuk menggelar nonton bareng semifinal Piala Dunia. Kita ingin ikut menyemarakkan pesta sepak bola. Lewat kegiatan ini, masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi dapat merasakan semangat yang sama meskipun berada di tempat berjauhan,” kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Kamis 16 Juli 2026.

Menteri Iftitah menyebut, sepak bola mengajarkan nilai-nilai yang juga menjadi fondasi pembangunan transmigrasi. Menurutnya, transmigrasi saat ini diperlukan transformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan di lapangan.

“Tidak ada kemenangan yang diraih oleh satu orang, sebuah tim menang karena memiliki tujuan yang sama. Saling percaya, disiplin, bekerja sama, dan berjuang sampai peluit akhir, nilai-nilai itulah yang juga sedang kita bangun,” ucap.

Paradigma baru transmigrasi menempatkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang hanya dapat berkembang melalui kolaborasi. Kolaborasi tersebut dilakukan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

“Kalau semua bergerak sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Tetapi ketika semua menjadi satu tim, maka kita bisa menciptakan kawasan transmigrasi yang produktif, maju, dan memberikan kesejahteraan,” ujarnya.

Suasana nonton bareng semakin hangat ketika Menteri Iftitah berbagi kisah mengenai kecintaannya terhadap tim nasional Inggris. Hal tersebut berawal dari pertandingan legendaris Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 1986.

“Sejak pertandingan Inggris melawan Argentina tahun 1986 saya sudah mendukung Inggris, Peter Shilton dan gol Diego Maradona. Jadi malam ini seperti laga yang penuh sejarah. Apakah kali ini giliran Inggris membalas,Kita lihat bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa transformasi transmigrasi bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur maupun penguatan ekonomi kawasan. Tetapi juga tentang membangun budaya kolaborasi, sportivitas, dan kebersamaan.

Sebuah tim sepak bola meraih kemenangan, keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi hanya dapat dicapai ketika seluruh elemen bergerak. Dengan satu visi, satu semangat, dan satu tujuan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....