Empat Besar Ranking FIFA Warnai Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Berpeluang Lolos?
- 14 Jul 2026 21:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Semifinal Piala Dunia 2026 mencatat sejarah dengan diisi empat tim teratas ranking FIFA, yakni Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris.
- Pengamat sepak bola Alief Sachviar menilai komposisi semifinalis menunjukkan ranking FIFA semakin mencerminkan kekuatan tim nasional, meski bukan ukuran yang sepenuhnya mutlak.
- Alief memprediksi final ideal mempertemukan Prancis melawan Inggris, namun ia menilai Spanyol dan Argentina tetap berpeluang besar melaju ke partai puncak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejarah tercipta pada Piala Dunia 2026 dengan hadirnya empat besar ranking FIFA di semifinal. Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris menjadi kandidat juara setelah perjalanan meyakinkan dari masing-masing tim.
Prancis melaju sebagai peringkat pertama FIFA dengan performa paling konsisten sepanjang turnamen. Les Bleus mengandalkan kestabilan permainan serta pengalaman Didier Deschamps mengawal skuadnya.
Argentina kembali mencapai semifinal setelah melewati pertandingan-pertandingan penuh tekanan sepanjang fase gugur. Albiceleste tetap menjadi sorotan karena beberapa kemenangan yang memicu perdebatan publik.
Spanyol memastikan tiket semifinal melalui permainan kolektif dan dominasi penguasaan bola. Regenerasi pemain berjalan mulus tanpa meninggalkan filosofi tiki-taka yang menjadi identitas mereka.
Inggris tampil impresif bersama Thomas Tuchel dengan pendekatan taktik yang lebih matang. The Three Lions juga menunjukkan persiapan detail sebelum setiap pertandingan penting.
| Baca juga: Statistik Empat Semifinalis Piala Dunia 2026 |
Pengamat sepak bola Alief Sachviar menilai komposisi semifinal kali ini menjadi catatan bersejarah. "Ini sejarah, empat semifinalis sekaligus merupakan empat besar ranking FIFA," kata Alief, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Alief, ranking FIFA kini semakin mencerminkan kekuatan tim nasional di level tertinggi. Namun, ia menilai penilaian tersebut belum sepenuhnya bisa dijadikan ukuran mutlak.
"Saya setuju sekitar delapan puluh persen, tetapi Argentina tetap menjadi sorotan karena beberapa kemenangan kontroversial," ujar Alief. Ia menilai faktor nonteknis tetap memengaruhi perjalanan sebuah tim di Piala Dunia.
Menurut Alief, kekuatan Prancis berasal dari kesinambungan pelatih dan kerangka tim selama beberapa edisi. Sementara Inggris, lanjutnya, berkembang berkat sentuhan taktik serta manajemen pertandingan yang diterapkan pelatih Thomas Tuchel.
Ia juga memuji sistem regenerasi Spanyol yang terus menghasilkan pemain berkualitas setiap generasi. Sementara Argentina, menurut Alief, tetap berbahaya berkat pengalaman bertanding dan mental juara para pemainnya.
Alief menilai keberhasilan semifinalis tidak lepas dari kualitas kompetisi domestik di Eropa. Menurutnya, tim nasional yang hebat lahir dari liga yang kompetitif dan pembinaan yang berkelanjutan.
Meski babak semifinal didominasi tim-tim favorit, Alief menegaskan fenomena kuda hitam sebenarnya masih terlihat hingga babak perempat final. Mesir, lanjutnya, bahkan dinilainya tampil luar biasa meski gagal menembus empat besar turnamen.
Alief memprediksi final ideal mempertemukan Prancis menghadapi Inggris pada laga puncak nanti. Meski begitu, Spanyol dan Argentina, menurutnya, tetap memiliki peluang besar merebut tiket final.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....