Buyung Ismu: Kekuatan Argentina Kini Sudah Dipelajari Lawan
- 09 Jul 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menghadapi Swiss di perempat final, Argentina diprediksi kembali diuji pertahanan rapat sebelum mencari celah menuju semifinal.
- Argentina dinilai belum mengalami penurunan performa meski menghadapi perlawanan sengit sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026.
- Legenda Timnas Indonesia Buyung Ismu menilai lawan-lawan Argentina kini sudah mampu membaca kekuatan dan kelemahan Albiceleste.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya berjalan mulus. Albiceleste menghadapi perlawanan sengit sejak memasuki fase gugur.
Argentina sempat ditahan debutan Cape Verde pada babak 32 besar hingga pertandingan berlanjut ke tambahan waktu. Tim asuhan Lionel Scaloni akhirnya memastikan kemenangan setelah bekerja keras membongkar pertahanan rapat lawan.
Pada babak 16 besar, Argentina kembali menghadapi ujian berat saat melawan Mesir. Sempat tertinggal 0-2, mereka bangkit dan meraih kemenangan comeback dramatis 3-2 hingga memastikan tiket perempat final.
Pengamat sepak bola, Buyung Ismu, menilai Argentina sebenarnya tidak mengalami penurunan performa. Menurutnya, lawan kini lebih memahami karakter permainan juara bertahan tersebut.
"Argentina bukan menurun, tetapi kekuatan dan kelemahan mereka sudah dipelajari lawan. Semua tim kini mengetahui cara menghambat permainan mereka," ujar Buyung Ismu, Rabu, 8 Juli 2026.
Legenda Timnas Indonesia era 1990-an itu menjelaskan hampir semua lawan menerapkan pendekatan bertahan sebelum melancarkan serangan balik cepat. Strategi itu membuat Argentina harus bekerja lebih keras menciptakan ruang.
Menurut Buyung, Argentina mampu merespons tekanan melalui pressing agresif setelah kehilangan penguasaan bola. Serangan juga dibangun dari sisi lapangan dan jalur tengah secara bergantian.
"Mereka langsung memberi tekanan ketika kehilangan bola. Cara itu membantu Argentina mematahkan pertahanan lawan yang bermain rapat," kata Buyung.
Ia juga menilai keberhasilan Argentina tidak lepas dari kemampuan pelatih membaca perubahan taktik lawan. Penyesuaian strategi membuat produktivitas serangan tetap terjaga sepanjang fase gugur.
"Pelatih Argentina mampu mengantisipasi strategi lawan. Itu membuat permainan mereka kembali lebih produktif," ujar Buyung.
Menghadapi Swiss di perempat final, Buyung memperkirakan pertandingan akan berlangsung ketat. Ia menilai wakil Eropa itu akan mengutamakan organisasi pertahanan yang disiplin.
Menurut Buyung, Swiss kemungkinan besar menerapkan pertahanan rendah untuk meredam kreativitas Argentina. Kondisi itu menuntut Argentina lebih sabar membangun serangan.
"Argentina memiliki perpaduan gaya Eropa dan Amerika Latin. Variasi serangan pendek serta umpan silang tetap menjadi kekuatan mereka," ujar Buyung.
Buyung optimistis Argentina memiliki peluang melaju ke semifinal apabila mampu menjaga efektivitas penyelesaian akhir. Ia menilai pengalaman para pemain akan menjadi modal penting menghadapi tekanan Swiss.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....