Menang Tipis atas Paraguay, Prancis Diingatkan Benahi Taktik saat Lawan Maroko
- 05 Jul 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Meski menguasai pertandingan, Prancis dinilai kesulitan membongkar pertahanan rapat Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Pengamat sepak bola Indra Rangkuti menilai Les Bleus perlu mencari variasi serangan agar tidak mudah terbaca lawan.
- Tidak hanya Mbappe, Prancis memiliki pemain bintang lainnya yang dapat diandalkan di lini serang menghadapi Maroko.
RRI.CO.ID, Jakarta - Prancis memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Paraguay. Meski menguasai 76 persen penguasaan bola, Les Bleus kesulitan menciptakan peluang bersih dari situasi open play.
Pengamat sepak bola Indra Rangkuti menilai dominasi penguasaan bola tidak otomatis memudahkan Prancis mencetak gol. "Paraguay menerapkan taktik bertahan total atau parkir bus sehingga Prancis sangat sulit menembus area pertahanan mereka," ujarnya kepada RRI, Minggu, 5 Juli 2026.
Menurut Indra, strategi Paraguay merupakan pilihan yang realistis menghadapi tim dengan kualitas lini serang seperti Prancis. Ia menilai setiap tim memiliki cara berbeda untuk meredam kekuatan lawan, termasuk mengandalkan pertahanan berlapis.
Indra mengatakan kebuntuan Prancis bukan sepenuhnya disebabkan lini tengah yang kehilangan kreativitas. "Mereka beberapa kali mampu membuat terobosan, tetapi ruang yang sangat sempit membuat kreativitas itu seperti terkunci," katanya.
Ia menambahkan kondisi tersebut memaksa Prancis lebih mengandalkan situasi bola mati. Cara itu dinilai menjadi solusi ketika serangan dari permainan terbuka sulit menghasilkan peluang berbahaya.
Menanggapi anggapan Prancis terlalu bergantung kepada Kylian Mbappe, Indra memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, peran Mbappe sebagai pencetak gol memang sangat penting, tetapi Les Bleus masih memiliki banyak pemain berkualitas.
"Prancis masih punya Dembele, Barcola, dan pemain lain yang mampu mencetak gol. Deschamps harus memastikan aliran bola tidak hanya berakhir kepada Mbappe," ujarnya.
Indra juga menilai Dembele layak menjadi alternatif utama di lini depan. Performa impresifnya sepanjang turnamen, lanjutnya, bisa menjadi pembeda ketika Mbappe mendapat penjagaan ketat dari lawan.
Menghadapi Maroko di babak perempat final, Indra mengingatkan Prancis tidak boleh mengulangi pola permainan yang sama. Maroko dinilai memiliki pertahanan rapat sekaligus serangan balik yang sangat efektif.
"Deschamps harus memutar otak, karena Maroko kuat dalam pertahanan. Selain itu mereka juga memiliki banyak pemain berbahaya yang memahami karakter sepak bola Prancis," kata Indra.
Ia menyoroti keberadaan Achraf Hakimi yang sangat mengenal sejumlah pemain Prancis karena bermain bersama di level klub. Selain itu, Maroko juga memiliki pemain seperti Azzedine Ounahi dan Eliesse Ben Seghir yang mampu memberi ancaman dari lini tengah maupun serangan.
Indra memprediksi duel Prancis melawan Maroko akan berlangsung sangat ketat. Ia menilai laga tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik di babak perempat final.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....